Selasa, 28 Maret 2017

Tanker yang terdampar di Batam berasal dari perairan bebas

| 2.364 Views
id tanker terdampar, kapal terdampar, perairan batam
Tidak ada satu orang (pun) dalam kapal"
Batam (ANTARA News) - Polair Polda Kepri menyatakan bahwa MT Atlantic 33 yang terdampar di Pantai Tanjung Bemban, Nongsa, Batam, berasal dari perairan bebas yakni laut perbatasan antara Batam dan Singapura.

"Berdasarkan laporan Dirpolair Polda Kepri, kapal itu awalnya lego jangkar. Karena terkena gelombang tinggi sehingga tali jangkar putus dan hanyut hingga terdampar di Tanjung Bemban," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga di Batam, Jumat.

Menurut dia, kapal tanker yang berada dalam wilayah perairan out of port limit (OPL) timur, terkena gelombang tinggi sehingga tali jangkar putus dan hanyut.

Usai kejadian pada Kamis pagi, kata dia, kapal tersebut diamankan oleh pihak Polsek Nongsa yang kemudian dilaporkan ke Polair Polda Kepri.

"Anggota kami sudah mengamankan kapal tersebut dengan mengerahkan kapal patroli. Selain itu kami sudah memangil agen dan kru kapal untuk dimintai keterangan," kata dia.

Ia mengatakan, meskipun sudah dilakukan pemanggilan pada agen yang mengakui bertanggung jawab atas kapal itu namun belum bisa dipastikan apakah benar-benar berada dibawah agen itu.

Hingga saat ini, kapal tersebut masih berada di Pantai Tanjung Benban. Kapal juga sudah diikat dengan pohon agar tidak kembali hanyut ketengah.

Pada lokasi terdapat beberapa petugas Polair Polda Kepri dan TNI AL yang melakukan penjagaan atas kapal itu.

"Sejak kemarin kami sudah menjaga kapal ini agar tidak ada penjarahan. Posisi kapal masih sama seperti kemarin," kata seorang petugas.

Penduduk setempat Mazlan mengatakan, kapal tersebut sudah nampak di perairan Tanjung Bemban sejak Rabu siang. Namun baru pada Kamis pagi benar-benar terdampar di pantai.

Saat terdampar sudah tidak ada seorang kru pun berada diatas kapal. Sementara kondisi ruang kemudi dan ruang lain dalam kapal itu sudah acak-acakan.

"Tidak ada satu orang (pun) dalam kapal. Semua isinya sudah berserakan tidak beraturan," kata dia.

Sejak beberapa hari terakhir, wilayah Batam dilanda cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Tingginya gelombang juga mengakibatkan air laut mampu melewati tanggul pembatas pada sejumlah pantai utara Batam.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga