Paris (AFP/Antara) - Partai sayap tengah yang dipimpin Emmanuel Macron, presiden baru Prancis yang akan dilantik pada Minggu (14/5) mendatang, memperkenalkan 428 kandidat untuk pemilu parlemen pada Juni, yang sebagian di antaranya adalah tokoh baru dalam kancah perpolitikan, sejalan dengan janji Macron untuk meremajakan parlemen.

Sekretaris Jenderal Partai La Republique en Marche (Pergerakan Republik) yang dipimpin Macron, Richard Ferrand, mengatakan bahwa 52 persen kandidat yang dipilih dari 19.000 lebih pemohon "yang belum pernah memegang jabatan terpilih" dan 214 di antaranya adalah perempuan.

"Kami ingin membangun perubahan secara mayoritas," ujar Ferrand, Kamis (11/5) waktu setempat.

Total 577 kursi diperebutkan dalam pemilu yang akan digelar pada 11 sampai 18 Juni.

Macron memiliki waktu sampai akhir pekan depan untuk melengkapi daftar yang harus dia serahkan.

Mantan atasannya Manuel Valls tetap diikutsertakan, ujar Ferrand, mengakhiri beberapa hari spekulasi tentang kemungkinan mantan perdana menteri dari partai Sosialis itu - tokoh yang tidak populer di dalam partainya sendiri - akan mendapat tiket khusus dari Macron.

Ferrand mengatakan lima kriteria digunakan untuk memenuhi pemilihan umum partai: pembaruan politik, kesetaraan gender, etika, pluralisme dan dukungan untuk program Macron.

Dari kandidat yang diresmikan pada hari Kamis, 2 persen adalah pencari kerja, katanya.

Emmanuel Macron (39), yang mengalahkan pemimpin sayap kanan ekstrem Marine Le Pen, telah berusaha membujuk sejumlah tokoh untuk keluar dari kubu Sosialis atau Republik sembari memberi ruang bagi tokoh baru, demikian AFP.


Baca juga: (Macron si wajah baru Prancis, pemimpin termuda setelah Napoleon)

Penerjemah: Monalisa
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2017