Sabtu, 27 Mei 2017

Ribuan mahasiswa Bali aksi damai untuk keutuhan NKRI

| 9.931 Views
Ribuan mahasiswa Bali aksi damai untuk keutuhan NKRI
Mahasiswa Universitas Udayana meneriakkan yel-yel dalam aksi Kita Indonesia di depan kampusnya di Denpasar, Selasa (9/5/2017). Aksi tersebut untuk menolak organisasi massa berpaham radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila sehingga berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. (ANTARA FOTO/Wira Suryantala)
Denpasar (ANTARA News) - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menerima aksi damai ribuan mahasiswa yang menolak paham radikalisme dan ingin menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), di depan Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis.

Pada kesempatan itu Dewan Perwakilan Mahasiswa Pande Putu Bagus Mahendrayasa yang mewakili sekitar 1.500 mahasiswa yang berasal dari sejumlah Universitas yakni Universitas Warmadewa, STIKES Bali, Universitas Dyana Pura, IKIP PGRI Bali, Universitas Mahasaraswati, Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional dan STIE Singaraja menyampaikan empat poin pernyataan sikap mahasiswa.

Poin pertama, Ia menyampaikan bahwa mahasiswa tetap mendukung tegaknya empat konsesus Nasional yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Kedua, disampaikan bahwa mahasiswa mendukung pemerintah untuk membubarkan gerakan radikal dan menindak tegas pelakunya.

Poin ketiga, mahasiswa mendukung pemerintah untuk membersihkan aparatur Negara dari pengaruh intoleransi dan radikalisme.

Yang keempat, mahasiswa menolak kepemimpinan "Khilafah" di Indonesia, dan mahasiswa menuntut penegakan hukum terhadap anasir-anasir yang merongrong Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika untuk tetap tegaknya NKRI.

Wagub Sudikerta menanggapi aksi penyampaian aspirasi mahasiswa tersebut memberikan apresiasi atas aksi damai mahasiswa yang tertib.

Ia menekankan agar semua pihak mahasiswa maupun seluruh masyarakat umum agar menjaga keutuhan NKRI dengan cara tidak melakukan gerakan-gerakan yang radikal dan menghormati segala bentuk perbedaan yang ada, mengingat Indonesia dibangun dari keberagaman suku, adat, budaya dan agama.

"Mari kita maknai aspirasi yang disampaikan ini dengan tidak melakukan hal-hal yang radikal dan menghormati segala perbedaan yang ada. Kita harus hidup rukun dan saling berdampingan jangan sampai ada saling ketersinggungan satu sama lain agar segala bentuk pembangunan yang ada di Indonesia khususnya di Bali dapat berjalan dengan lancar," ujarnya.

"Saya juga minta saat anak-anakku sekalian menyampaikan aspirasi sampaikanlah secara damai dan tertib, sehingga kita bisa duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan yang ada," ujar Wagub Sudikerta.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga