Sabtu, 23 September 2017

Banjir dan tanah longsor tewaskan lebih dari 30 orang di Nepal

| 2.673 Views
Kathmandu (ANTARA News) - Banjir bandang dan tanah longsor dipicu oleh hujan lebat, telah menyebabkan lebih dari 30 orang tewas di Nepal dalam 24 jam belakangan, kata pihak berwenang pada Sabtu (12/8).

Sepuluh orang dilaporkan hilang dan jumlah korban tewas diperkirakan masih akan bertambah, mengingat sebagian besar wilayah negara itu telah terendam air, kata beberapa pejabat setempat.

Regu penyelamat, yang terdiri dari tentara, polisi dan masyarakat setempat dikerahkan untuk membantu mereka yang terjebak di atap atau di tempat yang lebih tinggi, tambah para pejabat itu.

Pakar cuaca mengatakan bahwa diperkirakan hujan akan lebih sering turun malam hari dan pemerintah telah mengimbau warga untuk tetap waspada.

Sungai Koshi di bagian selatan negara, yang merupakan jalur utama aliran air, berada di atas tingkat bahaya, kata pihak berwenang memperingatkan.

Musim hujan pada Juni hingga September sangat penting keberadaannya bagi Nepal yang bergantung pada sektor pertanian. Namun di satu sisi, hujan juga telah menyebabkan malapetaka setiap tahunnya.

"Bencana ini telah mengakibatkan kerusakan parah," kata Dipak Kafle, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Nepal. Dia mengatakan bahwa belum ada perkiraan jumlah kerugian yang dihitung terkait hancurnya sejumlah bangunan.

"Kami memastikan lebih dari 30 orang tewas, tapi kami lebih memusatkan perhatian pada proses penyelamatan kepada mereka yang masih hidup daripada mengumpulkan rincian tentang korban tewas," katanya seperti dilansir Reuters.

Pernyataan tersebut menandakan bahwa jumlah korban tewas masih dapat bertambah.

Di kota Biratnagar, sebuah landasan pacu bandar udara terendam air dengan kedalaman di bawah dua kaki, berdasarkan cuplikan dari tayangan televisi. Hal tersebut mengakibatkan pembatalan sejumlah penerbangan.

Sejumlah jalan raya rusak atau terendam banjir, mengganggu kegiatan pengangkutan, kata polisi.

Pejabat setempat telah membuka tempat penampungan sementara untuk para pengungsi di beberapa bangunan sekolah atau sarana umum.
(Uu.Aulia/KR-AMQ)

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga