Senin, 25 September 2017

Bandara Ngurah Rai Bali ajak penumpang berlomba rayakan HUT RI

| 1.134 Views
Kuta, Bali (ANTARA News) - Pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mengajak penumpang di terminal domestik dan internasional mengikuti lomba memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Kami ingin memberikan pelayanan kepada penumpang dengan melibatkan mereka ikut merasakan nuansa Hari Kemerdekaan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, di terminal domestik bandara setempat di kawasan Tuban, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Kamis.

Pengelola bandara setempat menghadirkan lomba makan krupuk yang diikuti oleh para calon penumpang saat mereka menunggu naik pesawat.

Kemeriahan lomba makan krupuk itu menyita perhatian sejumlah calon penumpang karena gerak-gerik peserta mengundang tawa.

Selain lomba makan krupuk, pengelola juga mengadakan lomba memasukkan pensil dalam botol serta adanya suguhan tarian Bali dan Papua serta musik akustik dengan lagu-lagu khas nusantara.

Aneka lomba tersebut digelar selama dua hari hingga Jumat (18/8) untuk menyemarakkan suasana HUT RI.

Sejak sebulan lalu, Arie menuturkan, pengelola setempat telah mendekorasi sejumlah sudut di bandara itu mulai dari pintu gerbang masuk bandara hingga dalam terminal.

Dekorasi tersebut di antaranya bertemakan budaya Indonesia seperti adanya rumah dan bangunan khas Papua dan Bali berbentuk diorama dilengkapi hiasan serba Merah Putih di setiap lokasi di bandara.

"Kami sebar sekitar 3.500 bendera dan umbul-umbul Merah Putih memeriahkan suasana Hari Kemerdekaan," ucapnya.

Adanya hiburan khas 17 Agustus tersebut disambut antusias para calon penumpang di sela-sela mereka menunggu untuk naik ke pesawat.

"Setiap tahun harus ada kegiatan seperti ini di bandara biar nasionalisme masyarakat semakin tinggi. Saya sangat terhibur," ucap seorang calon penumpang tujuan Lombok, Evi Susiartin.

(Baca: Atlantis Ancol gelar lomba rayakan kemerdekaan)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga