Sabtu, 23 September 2017

Liliyana incar Asian Games sebagai gelar terakhir

| 4.748 Views
Liliyana incar Asian Games sebagai gelar terakhir
Tontowi Liliyana Melaju Pemain bulutangkis Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir masuk ke babak semifinal Badminton World Championship di Glasgow, Inggris, Jumat (25/8/2017), setelah mengalahkan pemain bulutangkis China Wang Yilyu dan Huang Dongping dengan skor 19-21, 21-15, 21-18. (ANTARA FOTO/REUTERS/Russell Cheyne) ()
Jakarta (ANTARA News) - Liliyana Natsir yang bersama pasangannya Tontowi Ahmad berhasil meraih posisi tertinggi di Kejuaraan Dunia bulu tangkis 2017, Glasgow, Skotlandia beberapa hari lalu, mengincar gelar tertinggi di Asian Games 2018 sebagai gelar terakhir.

"Target utama kami dan saya pribadi setelah ini adalah Asian Games 2018 di mana Indonesia jadi tuan rumahnya dan saya juga belum pernah persembahkan medali emas, mudah-mudahan nanti bisa," kata Liliyana yang ditemui saat kedatangannya dari Kejuaraan Dunia di Bandara Internasional Soekarno-Hata, Tangerang, Banten, Selasa malam.

Mengingat usia yang tidak lagi muda sebagai pemain banyak yang mengkhawatirkan selepas Asian Games 2018, pasangan ini berpisah jika Liliyana menyatakan gantung raket untuk pensiun, namun dia mengungkapkan masih belum memikirkan hal tersebut.

"Saya target memang terakhir Asian Games 2018, kalau kedepannya saya gak tahu nanti dibicarakan lagi," ujar Liliyana.

Di Kejuaraan Dunia 2017 sendiri, Tontowi/Liliyana merebut satu-satunya gelar juara untuk Indonesia usai menghentikan pasangan rangking satu dunia asal China Zheng Siwei/Chen Qingchen, dengan skor akhir 15-21, 21-16, 21-15.

Gelar juara dunia ini menjadi yang kedua bagi Tontowi. Sebelumnya ia dan Liliyana menjadi kampiun di Guangzhou, Tiongkok, pada tahun 2013. Sementara bagi Liliyana sudah mengamankan gelar ini untuk yang keempat kalinya setelah sebelumnya Liliyana meraih gelar pada tahun 2005 dan 2007 bersama Nova Widianto.

"Puji Tuhan kami bisa tiba di Jakarta dengan menegakkan kepala dengan bangga, karena kami bisa mencetak sejarah lagi sebagai juara dunia untuk yang kedua kalinya ini juga sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan Indonesia," ujar Liliyana.

Selain Tontowi/Liliyana, Indonesia juga meraih medali perak lewat pasangan ganda putra, Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro. Ahsan/Rian menjadi runner-up setelah berhadapan dengan unggulan delapan asal Tiongkok, Zhang Nan/Liu Cheng, dengan skor 10-21, 17-21.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar Pembaca
Baca Juga