Sabtu, 2 Agustus 2014

Sekatenan di Yogyakarta Jadi Media Promosi Budaya

Jumat, 8 Februari 2008 19:06 WIB | 1.932 Views
Yogyakarta (ANTARA News) - Pasar Malam Perayaan Sekaten (Sekatenan) yang secara rutin digelar tiap tahun di Alun-alun Utara Kraton Yogyakarta, diharapkan mampu menjadi media promosi berbagai potensi budaya kekayaan Kota Yogyakarta.

"Melalui keragaman atraksi seni dan budaya, penyelenggaraannya diharapkan mampu menjadi media promosi yang efektif bagi berbagai potensi budaya dengan tidak meninggalkan misi utama Sekaten yakni dakwah syiar Islam," kata Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto dalam pembukaan Sekatenan di Alun-alun Utara Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, selaras dengan tematik pembangunan Kota Yogyakarta yakni `Pariwisata Berbasis Budaya` maka apa yang ditampilkan diupayakan semaksimal mungkin dapat mencerminkan identitas dan keragaman masyarakat Yogyakarta baik unsur budaya, religi maupun ekonomi.

"Dengan demikian tradisi Sekaten akan mampu memberi pemaknaan eksistensi dan nilai `adiluhung` (luhur) yang terkandung dibalik di balik penyelenggaraannya secara lebih konstektual sesuai realita sosial saat ini.

"Harapan kami pelaksanaan tahun ini akan lebih baik, terutama dari sisi budaya dan dakwah," katanya.

Sekatenan yang dibuka Wakil Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Paku Alam IX, Jumat petang tersebut akan berlangsung hingga 20 Maret, dengan menggelar berbagai atraksi seni dan budaya serta ekonomi.

Perayaan sekaten diantaranya meliputi "Sekaten Sepisan" yakni dibunyikannya dua perangkat gamelan Kyai Nogowilogo dan Kyai Guntur Madu, kemudian pemberian sedekah `Ngarso Dalem` Sri Sultan HB X berupa `udhik-udhik` (menyebar uang) dan kemudian diangkatnya kedua gamelan menuju Masjid Agung Yogyakarta dan ditutup dengan Garebeg.

Sedangkan keramaian penunjang berisi kesenian rakyat tradisional yang menyertai upacara tradisional seperti penjaja makanan tradisional, mainan tradisional serta kesenian rakyat tradisional.

Kemudian untuk keramaian pendukung berupa pameran pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah maupun instansi sektoral dan vertikal, promosi pemasaran barang produksi dalam negeri dan meningkatkan barang ekspor nonmigas serta keramaian lainnya seperti permainan anak-anak, rumah makan dan cinderamata.(*)


Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2008

Komentar Pembaca
Baca Juga