counter

Pakar: Ketua MPR sebaiknya figur berjiwa negarawan

Pakar: Ketua MPR sebaiknya figur berjiwa negarawan

Pakar Komunikasi Politik, Lely Arrianie. (Antaranews/Riza Harahap)

Figur tersebut tidak harus ketua umum partai, tapi politisi senior yang memiliki rekam jejak baik, menjalankan politik kenegaraan, dan yang utama bersikap mempersatukan kelompok kepentingan
Jakarta (ANTARA) - Pakar Komunikasi Politik Lely Arrianie berpandangan ketua MPR RI sebaiknya figur politisi yang berpengalaman, berjiwa negarawan, dan bersikap mempersatukan semua kelompok-kelompok kepentingan baik di parlemen maupun antara parlemen dengan pemerintah.

"Figur tersebut tidak harus ketua umum partai, tapi politisi senior yang memiliki rekam jejak baik, menjalankan politik kenegaraan, dan yang utama bersikap mempersatukan kelompok kepentingan," tutur Lely Arriane, kepada ANTARA, di Jakarta, Rabu.

Menurut Lely, MPR RI adalah majelis permusyawaratan rakyat, sesuai dengan namanya maka pemilihan pimpinan MPR RI sebaiknya dilakukan secara musyawarah mufakat untuk mendapatkan figur negarawan yang terbaik.

Ketua Program Studi Pascasarjana Universitas Jayabaya Jakarta ini menjelaskan, MPR RI anggotanya adalah gabungan dari DPR RI dan DPD RI sehingga disebut bikameral. Karena itu, calon ketua MPR RI sebaiknya dapat dimusyawarahkan di antara partai-partai politik yang ada di MPR RI plus kelompok DPD di MPR RI.

Menurut dia, anggota MPR RI adalah keterwakilan rakyat melalui partai politik di DPR RI maupun keterwakilan daerah melalui DPD RI, sehingga aspirasi yang diperjuangkan di MPR RI sesungguhnya lebih besar.

Kalau pun UU MD3 mengatur bahwa pemilihan pimpinan MPR RI melalui sistem paket, menurut dia, hendaknya para pengusung paket-paket itu menempatkan figur negarawan sebagai calon ketua.

"Akan lebih baik lagi jika partai-partai itu dapat melakukan musyawarah mufakat untuk menetapkan ketua MPR RI," ujarnya.

Lely juga menyatakan, figur-figur yang diwacanakan akan diusung sebagai calon ketua MPR RI, sebaiknya dipublikasikan sehingga publik tahu prestasi dan rekam jejak figur tersebut. "Publik juga sebaiknya tahu bagaimana kompetensi, integritas, dan komitmennya mempersatuan bangsa," imbuhnya.

Menurut Lely, karena pengisian pimpinan MPR RI menggunakan sistem paket, maka partai-partai politik pengusung paket pimpinan hendaknya memilih calon ketua MPR RI bukan berdasarkan pendekatan partai politik, tapi berdasarkan kriteria figur yang berpengalaman, memiliki jiwa pemimpin, berjiwa negarawan, memiliki rekam jejak dan integritas yang baik, serta berprestasi.

Lely juga berharap, MPR RI periode 2019-2024 dapat memiliki kinerja lebih baik yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

KPU tetapkan 55 calon terpilih anggota DPRD Provinsi Papua

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar