Kompetisi Shell Lubricant tetapkan enam finalis

Kompetisi Shell Lubricant tetapkan enam finalis

Para finalis "Think Efficiency 2019" yang diselenggarkaan Shell Indonesia. ANTARA/Ganet Dirgantoro

Jakarta (ANTARA) - Kompetisi Shell Lubricant melalui ajang Think Efficiency 2019 berhasil meloloskan enam finalis yang dinilai terbaik mengajukan inovasi dibidang energi dan tribologi (ilmu tentang pelumas).

"Untuk penetapan pemenang akan diumumkan setelah para finalis mempresentasikan ide mereka tanggal 20 Agustus seiring dengan peringatan HUT RI," kata Direktur Pelumas PT Shell Indonesia Dian Andyasuri di Jakarta, Kamis.

Kompetisi Think Efficiency 2019 kali ini bertajuk "Inovasi Untuk Negeri" diselenggarakan melalui kerja sama Shell Lubricants Indonesia dengan Energy Academy Indonesia (ECADIN).

Enam finalis ditetapkan melalui proses seleksi yang diselenggarakan tanggal 1 Mei-30 Juni diikuti berbagai kalangan siswa sekolah menengah, mahasiswa, profesional, peneliti, guru, dosen, hingga profesor.

Juga baca: Mobil berbahan bakar hidrogen ITS bertarung di kompetisi DWC Inggris

Juga baca: Shell awali kompetisi inovasi dengan "roadshow" ke perguruan tinggi

Juga baca: Indonesia juara kompetisi adu gagasan Shell Ideas360 di London

Ia berharap kompetisi ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan, untuk terus memacu masyarakat berinovasi, memberikan yang terbaik untuk bangsa, dan menjadikan Indonesia bangsa yang unggul.

Setelah melalui proses penilaian yang meliputi aspek originalitas, produk, dampak, dan keberlanjutan, para finalis terpilih untuk kategori Inovasi Tribologi adalah M Khoir Syahbana & Nur Rahimah dengan judul karya “Inovasi teknologi konfigurasi Werner Schlumberger sebagai sensor deteksi kualitas dan prediksi usia material secara tidak merusak.

Kelompok berikutnya Wahana Berbagi yang menyajikan inovasi “Pengembangan material sensitif kitosan & karbon nanodot sebagai kemosensor deteksi kerusakan oli inon kontak menggunakan metode free dripping yang terintegrasi aplikasi smartphone”.

Serta Tim Andri Fauzi dengan penelitian “Eco-friendly anti fouling & anti corrosion additive for marine lubricating.”

Adapun tiga finalis untuk kategori Inovasi Energi adalah Tim Carbonese dengan ide inovasi “Eco Leaves Energy – Pengolahan Bio-waste menjadi Carbon Microsphere sebagai Supercapasitor”; Isya Syurga & Ikhwanuddin dengan karya “Jelly Blueflame Stove” dan Tim LT4 yang menghadirkan ide “Voltganic – Organic Battery”.

Keenam finalis Think Efficiency 2019 – Innovation for Nation akan memperebutkan tempat pertama dengan mempresentasikan ide mereka kepada para ahli dan praktisi energi juga tribologi pada tahap final yang akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 20 Agustus 2019.

Acara final Think Efficiency 2019 ini terbuka untuk umum, dan akan diawali oleh seminar bertajuk “Inovasi untuk Negeri” dimana para pembicara akan memaparkan ide dan pengalaman mereka dalam melakukan inovasi khususnya di bidang Energi dan Tribologi.

Adapun pemenang kompetisi ini akan diundang untuk mengunjungi Shell Technology Center di Shanghai, untuk berdiskusi dengan para ahli dari Shell.

 

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar