counter

Gubernur akui Kalteng banyak tantangan menghadapi bonus demografi

Gubernur akui Kalteng banyak tantangan menghadapi bonus demografi

Suasana upacara memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tahun Diskominfo Kalteng bersama Dishub Kalteng di Palangka Raya, Sabtu (17/8/2019). (Foto MMC Kalteng)

Palangka Raya (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengakui bahwa wilayah yang dipimpinnya hingga saat ini masih memiliki banyak tantangan dan masalah dalam menghadapi bonus demografi atau penduduk produktif yang lebih banyak dibandingkan kurang produktif di Indonesia pada 2024.

Provinsi ini masih dihadapkan pada masalah belum optimalnya pelayanan kesehatan serta penyediaan gizi secara memadai, kata Sugianto melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Perhubungan Kalteng Ati Mulyati saat upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di Palangka Raya, Sabtu.

"Kalteng sampai sekarang masih menghadapi masalah serius soal gizi ganda, yakni balita kekurangan gizi berupa stunting serta kelebihan gizi yang menyebabkan obesitas," ucapnya.
Baca juga: Gubernur nilai kenaikan tkdd 2019 mempercepat kemajuan Kalteng

Selain itu, disaat dunia kini dan sebagian daerah di Indonesia bersiap memasuki era revolusi industri 4.0 (Four Point Zero) era digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation, sebagian rakyat di Kalteng justru masih sibuk mancari sinyal jaringan telekomunikasi hingga ke bukit-bukit maupun atap rumah.

Dia mengatakan, disaat dunia dan daerah lain mambahas pembangkit listrik energi terbarukan sebagai alternatif pengganti energi berbasis fosil, sebagian rumah penduduk di Kalteng masih gelap gulita karena tercapai jaringan maupun instalasi listrik.

"Anak-anak dari belahan dunia dan daerah lain bermain-main dengan komputer dan program aplikasi di rumah dan sekolah, sebagian anak-anak Kalteng hanya mengenalnya dari buku bergambar dan cerita ibu guru," bebernya.

Ketika tenaga pendidik dari negara lain sudah mengejar global competence sebagai salah satu kualifikasi dan kompetensi tenaga pengajar, kita masih berkutat pada masalah kekurangan guru dan mengejar sertifikasi.

"Siapkah Kalteng memanfaatkan bonus demografi. Sisi pedang manakah yang akan kita hadapi nanti. Pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun Ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019 ini," ucapnya.
Baca juga: Presiden Jokowi: Provinsi terdampak ekonomi global harus dibantu

Orang nomor satu di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila itu pun mengajak dan menggugah seluruh lapisan masyarakat, para Bupati/Wali Kota, para pejabat politik, birokrasi, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, dan tokoh perempuan untuk mempersiapkan anak-anak, khususnya pelajar dan mahasiswa di Kalteng.

"Mereka adalah generasi millenial Kalteng. Jadi, kita, baik secara pribadi, bersama-sama pemerintah, swasta dan masyarakat agar masa-masa bonus demografi ini dapat diantisipasi dengan baik sekaligus menjadi peluang dan berkah bagi peningkatan kesejateraan masyarakat Kalteng," demikian Sugianto.

Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 RI itu dilaksanakan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo) Kalteng bersama Dinas Perhubungan Kalteng.
Baca juga: UMKM Kalteng dipersiapkan hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

Pewarta: Kasriadi/Jaya W Manurung/ADV
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar