counter

Dinkes Kalteng turunkan tim pengawasan terkait keracunan di Kapuas

Dinkes Kalteng turunkan tim pengawasan terkait keracunan  di Kapuas

Sejumlah warga korban keracunan saat dilarikan ke RSUD dr Soemarno Sostroatmodjo Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah, untuk mendapatkan pertolongan medis, Minggu (18/7/2019). (Antara Kalteng/ All Ikhwan)

Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah menurunkan tim surveillance atau pengawasan untuk memantau kasus dugaan keracunan massal yang terjadi di Kecamatan Dadahup Kabupaten Kapuas yang mengakibatkan puluhan warga harus dilarikan ke rumah sakit setelah sebelumnya menyantap makanan pada acara hajatan di lingkungan setempat.

"Pagi tadi telah kami rapatkan. Tim Surveillance atau Pengawasan Dinas Kesehatan Kalteng telah berada di lapangan dan saat ini terus memantau dan siap melaporkan, seandainya pihak kabupaten memerlukan bantuan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul di Palangka Raya, Senin.

Saat ini sampel makanan juga telah diambil dan dikirim ke laboratorium. Berdasarkan informasi yang pihaknya terima terkait perkembangan di lapangan pada 05.20 WIB, total pasien dugaan keracunan pangan yang dirawat jalan dan inap sebanyak 94 orang.

Selanjutnya, agar kejadian serupa tidak terus terulang, pihaknya meminta petugas puskesmas lebih aktif lagi melakukan penyuluhan kepada masyarakat dan mencari bentuk penyuluhan yang dapat menjangkau masyarakat di pelosok perdesaan.

Suyuti mengakui, pihaknya menghadapi masalah kurangnya tenaga kesehatan lingkungan di puskesmas. Untuk mengatasinya berbagai upaya telah dilakukan, seperti mencoba mengangkat tenaga honorer melalui dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).

"Sayangnya pada saat pembukaan pendaftaran, tidak ada satupun yang mendaftarkan dirinya, sehingga kondisi itu belum bisa kami atasi secara maksimal," ungkapnya.

Keberadaan tenaga kesehatan lingkungan di puskesmas cukup penting, agar dapat melakukan penyuluhan secara maksimal, salah satunya terkait pangan kepada masyarakat. Baik di permukiman dekat puskesmas maupun yang berada cukup jauh.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalteng, selain di Kabupaten Kapuas, kasus keracunan pangan juga pernah terjadi di Kotawaringin Timur, Pulang Pisau, serta Seruyan. Untuk Kapuas, selain kejadian di Dadahup, sebelumnya juga terjadi kasus serupa, yakni di Desa Narahan, Kecamatan Pulau Petak pada Mei 2019.

Baca juga: Puluhan warga Kapuas keracunan usai hadiri pesta perkawinan
Baca juga: Korban keracunan makanan di Kapuas capai 254 orang
Baca juga: Puluhan warga di Kapuas keracunan makanan usai berbuka bersama

Pewarta: Kasriadi/Muhammad Arif Hidayat
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar