counter

Prancis dan Inggris akan perlihatkan kesatuan dalam masalah Iran

Prancis dan Inggris akan perlihatkan kesatuan dalam masalah Iran

Presiden Iran Hassan Rouhani menyampaikan kesimpulan saat berpidato di depan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-69 di markas PBB di New York, Amerika Serikat. (REUTERS/Mike Segar)

Biarritz, Prancis (ANTARA) - Prancis dan Inggris bermaksud menghadirkan barisan persatuan mengenai masalah Iran - di mana mereka berselisih dengan Amerika Serikat - ketika kekuatan-kekuatan utama dunia bersiap untuk membahas Iran dan topik-topik lain pada KTT G7.

Sumber diplomatik Inggris mengatakan pada Jumat bahwa Inggris tidak mungkin mengubah pendekatannya terhadap Iran meskipun Perdana Menteri Boris Johnson bertemu dengan Presiden AS Donald Trump.

Baca juga: Inggris: Kesepakatan nuklir Iran tidak mati

Seorang pejabat Prancis juga mengatakan bahwa apa yang disebut kekuatan utama Eropa "E3" Prancis, Inggris dan Jerman perlu tetap bersatu dalam masalah Iran.

"Sangat penting untuk menjaga agar E3 tetap bersama di Iran," kata pejabat Prancis itu, sementara sumber diplomatik Inggris mengatakan Inggris merasa kesepakatan 2015 yang ditandatangani dengan Iran tetap merupakan cara terbaik untuk memastikan Teheran tidak mendapatkan senjata nuklir.

Baca juga: Kremlin: Putin dan Macron bahas perjanjian nuklir Iran

Pemerintahan Trump telah meninggalkan kesepakatan itu dan meningkatkan sanksi terhadap Iran.

Presiden Prancis Emmanuel Macron akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada  Jumat, ketika kekuatan-kekuatan utama dunia berusaha untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir yang ditandatangani dengan Teheran.

Baca juga: Iran rencanakan langkah baru pangkas kesepakatan nuklir pada September

Sumber: Reuters

Penerjemah: Maria D Andriana
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mahasiswa Prancis belajar Islam di pesantren Deli Serdang

Komentar