Jikalahari Riau bersama Mapala distribusikan masker ke sekolah

Jikalahari Riau bersama Mapala distribusikan masker ke sekolah

Wakil Koordinator Jikalahari, Okto Yugo Setiyo saat ditemui wartawan usai temu pers "Sumber asap dari RTRWP Riau?" di Jakarta, Kamis (8/8/2019). (ANTARA/ Abdu Faisal)

Kota Pekanbaru (ANTARA) - Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau  (Jikalahari) bersama Mahasiswa Pecinta Alam Suluh, Brimapala Sungkai, Mapala Humendala dan KPA EMC mendistribusikan masker N-95 kepada murid SD Negeri 111 Kota Pekanbaru.

"Masker dibagikan kepada murid SD tersebut karena asap semakin tebal dan anak Sekolah Dasar merupakan kelompok rentan yang terdampak kabut asap," kata Kordinator Pelaksana Ali dari Mapala Suluh, di Pekanbaru, Senin.

Saat menerima sejumlah masker dari Mapala tersebut, Rosnaini, Wakil Kesiswaan SD N 111 Kota Pekanbaru, mengatakan, masker ini sangat berguna, apalagi saat pagi ketika anak-anak pergi sekolah kabut asap sangat tebal sekali.

Rosnaini menyebutkan, akibat kabut asap, aktivitas di sekolah menjadi terganggu, dan pada Senin ini murid tidak melaksanakan upacara bendera, sama seperti biasanya.

Menurut Ali, masker N-95 yang dibagikan tersebut berasal dari sumbangan warga yang prihatin atas polusi asap yang menimpa masyarakat Riau. Setelah pemberian masker, Jikalahari memantau kabut asap dengan menggunakan drone, dan dari pantauan drone sangat jelas kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan semakin tebal di Kota Pekanbaru.

Berdasarkan hasil pantauan hotspot melalui satelit Terra-Aqua Modis sejak 19 – 25 Agustus 2019 terdapat 804 Hotspot sedangkan confidance diatas 70 persen ada 402 titik.

"Dari grafik terlihat jelas hotspot terus meningkat, puncaknya pada 23 Agustus 2019 hotspot mencapai 300 titik,” kata Aldo, Staf Advokasi dan Kampanye Jikalahari. Selain hotspot, Jikalahari juga memantau Indek Standar Pencemaran Udara di Kota Pekanbaru," katanya.

Sejak 19- 25 Agustus 2019 pantauan Jikalahari di stasiun KLHK-PKU Tenayan Raya ISPU PM 03 dengan nilai 222 yang artinya Sangat Tidak sehat. Pada penderita ISPA, Peneumonia dan jantung maka gejalahnya akan meningkat.

Oleh karena itu Jikalahari meminta Gubernur Riau segera mendirikan rumah-rumah oksigen untuk masyarakat terdampak kabut asap di Riau, memberikan masker dan mengratiskan seluruh biaya pengobatan masyarakat Riau yang terdampak kabut asap.

Baca juga: BEM Unri bagi masker gratis kurangi dampak asap
Baca juga: Dinas Kesehatan Riau bagikan 16.000 masker antisipasi dampak asap
Baca juga: Kabut Asap - Polda Riau bagikan 11.000 masker N95 ke pelajar


 

Pewarta: Frislidia
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar