counter

Mata Rantai Jurnalis gelar aksi 1 juta masker bagi korban karhutla

Mata Rantai Jurnalis gelar aksi 1 juta masker bagi korban karhutla

Mata Rantai Jurnalis Indonesia menyanyi bersama galang dana untuk sejuta masker para korban karhutla di area CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (22/9/2019). (Antara/Livia Kristianti)

Jakarta (ANTARA) - Mata Rantai Jurnalis Indonesia bersama Ikatan Jurnalis Lintas Media menggelar aksi sejuta masker untuk para korban kebakaran hutan lahan (karhutla) yang terjadi di Pulau Sumatera dan Kalimantan di area Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Bundaran HI, Jakarta Pusat.

"Ini dari sisi humanis, peran jurnalis yang sering meliput satu hari saja belum tentu kita kuat merasakan sesaknya, bagaimana dengan para korban yang menghisap udara itu berbulan- bulan," kata Ketua Mata Rantai Jurnalis Indonesia Riman Wahyudi saat diwawancarai Antara di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Cara mencuci hidung untuk cegah iritasi akibat asap karhutla

Baca juga: Kemenkes sarankan kurangi dampak asap dengan kain dakron


Para jurnalis yang tergabung dalam Mata Rantai melakukan penggalangan dana melalui kegiatan menyanyi bersama yang turut diikuti oleh gabungan mahasiswa dan tokoh masyarakat seperti Ketua Indonesia Child Protection Watch (ICPW) Erlinda.

Selain mengumpulkan dana untuk membeli masker N95 yang berfungsi menyaring partikel halus yang berasal dari polutan kebakaran hutan dan lahan, Mata Rantai Jurnalis Indonesia juga menyuarakan tuntutan kepada pemerintah dan polisi agar menindak tegas pelaku pembakaran hutan.

"Kita minta penegak hukum dengan tegas memberi hukuman kepada orang ataupun perusahaan yang telah terbukti melakukan pembakaran untuk membuka lahan. Bukan itu saja, pemerintah jangan tebang pilih kepada pelaku pembakaran hutan. Jadi tadi pesan kita seperti itu," kata pria yang akrab dipanggil Wahyu itu.

Baca juga: 14 posko kesehatan siaga antisipasi dampak kabut asap di Pekanbaru

Mata Rantai Jurnalis Indonesia juga mengajak masyarakat Jakarta untuk membentuk sendiri kelompok masyarakat membantu para korban karhutla.

"Kita juga ajak masyarakat di CFD tadi untuk membuat kelompok sendiri dan mengirimkan bantuan masker, atau mungkin obat batuk dan obat tetes mata. Karena di sana sudah banyak korban yang terjangkit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut)," ujar Wahyu.

Nantinya, meski tidak mencapai target dana untuk membeli masker sebanyak satu juta, dana yang telah dikumpulkan akan segera disalurlan membeli masker N95 dan segera dikirim kepada korban karhutla.

Sebelumnya, Mata Rantai Jurnalis Indonesia telah melakukan pengumpulan dana melalui media sosial untuk memenuhi target mereka mengirimkan sejuta masker bagi para korban karhutla.

Baca juga: Antisipasi dampak asap, masyarakat diimbau kurangi aktivitas luar

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Eddy K Sinoel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemadaman titik api difokuskan di Ogan Komering Ilir

Komentar