counter

Karangan bunga untuk Aristides terus berdatangan

Karangan bunga untuk Aristides terus berdatangan

Seorang pelayat melintas di samping karangan bunga duka cita atas meninggalnya Aristides Katoppo dari Presiden RI Joko Widodo di Rumah Duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (29/9/2019). ANTARA/Zuhdiar Laeis

Jakarta (ANTARA) - Karangan bunga turut berduka cita atas wafatnya tokoh pers senior Aristides Katoppo terus berdatangan di Rumah Duka Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta.

Deretan karangan bunga duka cita berjejer rapi di sekitar lokasi, Minggu malam, di antaranya dari Presiden Joko Widodo dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

Para pelayat juga terus berdatangan di Rumah Duka RSPAD Gatot Subroto untuk melayat salah satu pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI) itu.

Sejumlah tokoh nasional terlihat melayat, antara lain mantan Deputi Senior BI Miranda Goeltom, politikus senior Panda Nababan 
dan mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta.

Baca juga: Tokoh pers nasional Aristides Katoppo meninggal dunia
Baca juga: Soal Indonesia, obrolan kesukaan Aristides di akhir usia


Aristides meninggal dunia pada usia 81 tahun, Minggu, 29 September 2019, pukul 12.05 WIB di RS Abdi Waluyo. Jenazahnya saat ini disemayamkan di Rumah Duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Menurut Judistira Katoppo, putra sulung Aristides, ayahandanya memang pernah menjalani operasi "by pass" jantung pada 1995.

Namun, kata Jura, sapaan akrab Judistira, sakit ayahandanya kali ini hingga meninggal dunia tidak mengeluhkan soal jantung, melainkan kakinya hingga harus dirawat di RS Abdi Waluyo.

Jura mengaku ayahandanya ingin jenazahnya dikremasi, sebagaimana ibunda dan dua adiknya yang telah meninggal, kemudian abunya ditabur di gunung.

"Dulu dia sering bilang. Adik dan ibu saya sudah meninggal, semuanya dikremasi dan dilarung. Mungkin itu yang kita mau lakukan, yang pasti kita kremasi," katanya.

Baca juga: Aristides sempat peringati 50 tahun Soe Hok Gie
Baca juga: Aristides sosok wartawan berani dan berintegritas


Jurnalis kelahiran Tomohon, Sulawesi Utara, 14 Maret 1938 yang dikenal berani pada era Orde Baru itu memiliki tiga anak dari perkawinan pertamanya.

Istri pertama dan dua anaknya sudah meninggal dunia. Tides kemudian menikah lagi dan memiliki dua anak tiri.

Rencananya, jenazah Aristides dikremasi pada Selasa, 1 Oktober 2019, di Oasis Lestari, Tangerang, Banten.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkot Bandung perbaiki kirmir Cigalobang dan SDN 106 Aji Tunggal

Komentar