Patuh PNBP, Agincourt Resources raih penghargaan Subroto 2019

Patuh PNBP, Agincourt Resources raih penghargaan Subroto 2019

Direktur Hubungan Eksternal PT Agincourt Resources Linda Siahaan menerima Penghargaan Subroto 2019 sebagai Juara I Bidang Kepatuhan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dari Menteri ESDM Ignasius Jonan di Jakarta, Jumat (27/9/2019). HO/Corporate Communications PT Agincourt Resources.

Jakarta (ANTARA) - PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan, meraih Juara I di ajang Penghargaan Subroto 2019 bidang Kepatuhan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Mineral dan Batubara.

Presiden Direktur PT Agincourt Resources Muliady Sutio dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Rabu, menyampaikan terima kasih kepada Kementerian ESDM atas penghargaan prestisius ini.

"Dalam pengelolaan Tambang Emas Martabe, kami berkomitmen untuk terus memberikan nilai dan tumbuh bersama seluruh pemangku kepentingan. Terpilihnya Tambang Emas Martabe sebagai salah satu penerima penghargaan ini ditinjau dari kepatuhan dalam pelaporan, pembayaran royalti, jaminan reklamasi, dan jaminan tutup tambang yang sesuai nilai dan tepat waktu. Perusahaan selalu memastikan kepatuhan terhadap seluruh undang-undang dan peraturan terkait. Kami juga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai perusahaan yakni GREAT (Growth, Respect, Excellence, Action, and Transparency). Kami gembira dan bangga bisa menjadi penerima Penghargaan Subroto 2019," ujar Muliady.

Baca juga: Agincourt siapkan 5.234 bibit tanaman untuk reklamasi tambang Martabe

Penghargaan Subroto merupakan apresiasi tertinggi Kementerian ESDM kepada badan usaha yang berkontribusi memajukan sektor energi dan sumber daya mineral Indonesia. Penganugerahan penghargaan yang digelar pada Jumat (27/9) itu merupakan rangkaian kegiatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-74 yang mengangkat tema "Energi Berkeadilan untuk Indonesia Unggul". Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi oleh Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.

Lebih lanjut, Muliady merinci berdasarkan Laporan Tahunan 2018, PT Agincourt Resources membukukan total penjualan emas 412.298 ounce dan penjualan perak 3,3 juta ounce. Adapun, laba bersih setelah pajak mencapai 166,8 juta dolar AS dengan total royalti 21,3 juta dolar AS.

"Kami berharap kinerja cemerlang perusahaan dapat kami teruskan di tahun-tahun mendatang, sehingga menghasilkan kontribusi penerimaan negara berkelanjutan dalam jangka panjang," tambah Muliady.

Tahun 2019 merupakan tahun ketiga penyelenggaraan Penghargaan Subroto. Nama Penghargaan Subroto diambil dari Menteri Pertambangan dan Energi periode 1978-1988 Prof. Dr. Subroto.

Beberapa kategori lain dalam penghargaan tersebut yaitu bidang Efisiensi Energi Nasional, Keselamatan Ketenagalistrikan, Keselamatan Migas Tanpa Kehilangan Jam Kerja Akibat Kecelakaan, Penyumbang PNBP Migas Terbesar, Pengelolaan Perlindungan Lingkungan Mineral dan Batubara, Pengelolaan Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara, Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lindungan Lingkungan (K3L) Panas Bumi, Pengembangan SDM Terbaik, dan bidang wartawan energi.

Baca juga: Perpanjang umur tambang, Agincourt operasikan 13 rig eksplorasi

Untuk mendukung rangkaian kegiatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-74, PT Agincourt Resources juga telah menggelar kegiatan donor darah dan berhasil menyumbang 257 kantong darah kepada Palang Merah Indonesia (PMI) yang dilaksanakan di lokasi Tambang Emas Martabe, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Tambang Emas Martabe dikelola dan dioperasikan oleh PT Agincourt Resources. Wilayah tambang mencakup area 30 km² yang berada dalam Kontrak Karya (KK) generasi keenam dengan total luas wilayah 1.303 km². Tambang Emas Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Provinsi Sumatera Utara.

Tambang Emas Martabe mulai berproduksi penuh pada 24 Juli 2012 dan memiliki basis sumber daya per tanggal 31 Desember 2017 adalah 8,8 juta ounce emas dan 72 juta ounce perak. Kapasitas operasi Tambang Emas Martabe adalah lebih dari 5 juta ton bijih per tahun untuk memproduksi lebih dari 300.000 ounce emas dan 2-3 juta ounce perak per tahun.

PT Danusa Tambang Nusantara (PTDTN), adalah pemegang saham 95 persen dari PT Agincourt Resources. PTDTN merupakan anak usaha dari PT United Tractors Tbk. 60 persen dan PT Pamapersada Nusantara 40 persen, sekaligus merupakan bagian dari grup usaha PT Astra International Tbk. Kepemilikan saham 5 persen dimiliki Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Provinsi Sumatera Utara.


Baca juga: Agincourt kucurkan 25 juta dolar dana eksplorasi tambang emas Martabe
Baca juga: Agincourt Resources targetkan produksi emas 350.000 ounces pada 2019

Pewarta: Faisal Yunianto
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar