IHSG diprediksi variatif hari ini, investor "wait and see

IHSG diprediksi variatif hari ini, investor "wait and see

Ilustrasi: Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed seiring dengan sikap wait and see investor menunggu pembicaraan dagang antara China dan AS...
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi dibuka menguat mengikuti naiknya bursa saham regional Asia.

IHSG dibuka menguat 21,11 poin atau 0,35 persen ke posisi 6.021,69. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 6,22 poin atau 0,67 persen menjadi 937,26.

"Kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed seiring dengan sikap wait and see investor menunggu pembicaraan dagang antara China dan AS yang akan dimulai minggu ini," kata Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa.

Selain itu, lanjut Lanjar, data cadangan devisa yang di bawah ekspektasi juga turut menjadi penggerak indeks.

Data cadangan devisa September 2019 turun dari 126,4 miliar dolar AS menjadi 124,3 miliar dolar AS, level terendah sejak bulan Juni 2019.
Investor khawatir terhadap nilai tukar rupiah akibat tensi perdagangan Amerika Serikat dan China yang berkepanjangan dan turunnya cadangan devisa Indonesia.

Baca juga: Rupiah Selasa pagi stabil, di bawah di Rp14.200

Para investor masih mencari petunjuk tentang arah pembicaraan perdagangan Brexit dan AS. AS sendiri dikabarkan tengah menempatkan delapan perusahaan teknologi China dalam daftar hitam karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia, sebuah langkah yang dapat menambah ketegangan di antara kedua negara.


Baca juga: Wall Street turun, investor hati-hati jelang rundingan dagang AS-China

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 194,76 poin atau 0,91 persen ke 21.570,01, Indeks Hang Seng menguat 147,37 poin atau 0,57 persen ke 25.968,4, dan indeks Straits Times menguat 19,33 poin atau 0,62 persen ke posisi 3.118,81.

Baca juga: Harga emas kembali turun, tertekan penguatan dolar

Baca juga: Harga minyak lanjutkan penurunan, produksi minyak OPEC merosot

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Tutup IHSG Tertinggi Dalam Sejarah

Komentar