Gubernur NTB angkat bicara soal keraguan proyek sirkuit Mandalika

Gubernur NTB angkat bicara soal keraguan proyek sirkuit Mandalika

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah. ANTARA/Nur Imansyah.

F1 dan MotoGP itu jelas berbeda
Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah akhirnya angkat bicara terkait pernyataan salah satu orang terkaya Indonesia Dato' Sri Tahir yang meragukan gelaran MotoGP yang bakal dilaksanakan di Sirkuit Mandalika pada 2021 mendatangkan banyak penonton.

"Saya kira mungkin itu betul. Tapi orang terkaya belum tentu pintar kan," katanya usai mengikuti pelantikan pimpinan DPRD NTB di Mataram, Kamis.

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB, menilai apa yang disampaikan Tahir terkait Sirkuit Mandalika adalah salah alamat. Sebab, pernyataan Dato' Sri Tahir yang membandingkan Sirkuit Mandalika yang akan menjadi lokasi gelaran MotoGP dengan ajang balap mobil F1 sangat tidak relevan.

"Beliau (Dato' Sri Tahir) mungkin menganggap di Mandalika itu menyelenggarakan F1, padahal tidak tapi MotoGP. F1 dan MotoGP itu jelas berbeda," jelas gubernur.

Zulkiflimansyah melanjutkan kalau pun F1 itu rugi sudah pasti karena biayanya besar. Namun tidak demikian dengan Sirkuit Mandalika yang nantinya menjadi lokasi diselenggarakannya MotoGP, dimana animo dan fanatisme penontonnya jauh lebih besar daripada lomba jet darat tersebut.

"Jadi saya kira beliau (Dato' Sri Tahir) keliru dan bukan berarti orang terkaya terus kemudian benar, ya," katanya.

Sebelumnya, salah satu orang terkaya Indonesia, Dato' Sri Tahir bicara soal rencana gelaran MotoGP di Mandalika, NTB pada 2021 yang tidak akan mendatangkan banyak penonton. Tahir mencontohkan gelaran F1 yang digelar sejumlah negara tak mendapatkan keuntungan.
 

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Irigasi tetes solusi lahan tandus di Lombok Utara

Komentar