Rektor UBL dikukuhkan jadi Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen

Rektor UBL dikukuhkan jadi Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen

Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL) Yusuf Sulfarano Barusman (tengah). ANTARA/Agus Wira Sukarta/aa.

Rektor UBL Dikukuhkan JadiĀ Gur (ANTARA) - Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL) Dr Ir M Yusuf Sulfarano Barusman MBA, atau akrab disapa Yusuf Barusman resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen UBL.

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Lampung 2017-2022 ini dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Prof Dr Ir HM Yusuf Sulfarano Barusman MBA sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen UBL di Ruang Mahligai Agung Convention Hall PPS UBL, Jl. ZA Pagaralam Kedaton, Bandarlampung, Sabtu.

Pengukuhan ditandai penyematan selempang gelar oleh Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah II Sumbagsel Prof Dr Slamet Widodo MS.

Sebelumnya, Sekretaris Senat Akademik UBL yang juga Warek I UBL Dr Ir Heri Riyanto MT membacakan SK Kemenristekdikti Nomor 30603/M/KP/2019 tentang Kenaikan Jabatan Akademik Dosen, berinti penetapan kenaikan jabatan Prof. Yusuf S Barusman terhitung efektif 1 September 2019.

UBL telah memiliki empat program pascasarjana, yakni Magister Manajemen, Magister Hukum, Magister Teknik, Magister Ilmu Administrasi.

Baca juga: Tim UBL bermimpi bawa mobil listrik Neo Blits ke Reli Dakar

Baca juga: Pimpinan KPK kuliah umum di UBL


Yusuf adalah guru besar kedua yang dilahirkan UBL. Profesor pertama UBL adalah Prof. Dr Lintje Anna Marpaung SH MH, yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UBL dalam sidang serupa di Auditorium Gedung M kampus Pascasarjana Dra. Hj. Sri Hayati Barusman, Bandarlampung, 10 Desember 2016 silam.

Yusuf yang kini Ketua KONI Lampung 2019-2024, saat itu berbulat tekad mendorong gerak maju wujudkan 60 dosen UBL bertitel S3 untuk menyelesaikan gelar dan bertitel Associate Professor (Lektor Kepala).

Dikutip dari ubl.ac.id, Yusuf kala itu mengakui percepatan sandang gelar guru besar amat dibutuhkan.

Menurut dia, UBL menyadari Indonesia masih kekurangan tenaga profesor terutama di ranah aplikasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Profesor bukan gelar-gelaran, tapi bentuk tanggung jawab pengembangan keilmuan. Nah, sekarang kita perlu menambah jumlah guru besar, tentu dengan tidak mengurangi kualitasnya. Harapannya, dari tiap (spesifikasi) ilmu yang ditekuni berdampak signifikan di pembangunan masyarakat," ujar jebolan S1 Sosial Ekonomi IPB itu.

Perjuangan meraih gelar profesor di PTS Indonesia, khususnya di daerah, luar biasa (beratnya), kata alumnus Magister Administrasi Bisnis Claremont Graduate University (CGU), California, AS (Amerika Serikat) --universitas riset swasta ternama di Claremont, California yang berdiri tahun 1925, anggota Claremont College-- itu lagi.

"Soalnya, surat keputusan pengukuhan profesor ditandatangani Presiden. Jadi begitu luar biasa (prosesnya) mulai penyusunan dokumen dan administrasi, hingga pencapaian keluarnya SK. Alhamdulillah, berkat itu (SK) kepakaran profesor kita diakui, di seluruh dunia," kata alumnus S3 Manajemen Bisnis IPB ini.

Selain Rektor UBL, Ketua ICMI dan KONI Lampung, keseharian Yusuf kini disibukkan sebagai Wakil Ketua II Dewan Riset Daerah (DRD) Lampung periode 2015-2018 dan 2018-2021 sekaligus sejak Oktober 2017 didapuk jadi Koordinator Forum Koordinasi DRD se-Sumatera, dan Ketua Ahli dan Dosen Republik Indonesia/ADRI Lampung 2017-2021.

Sejak 2014, Yusuf masuk jajaran Dewan Penasihat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Lampung 2014-2017 dan 2017-2021. Aktif pula penasihat di Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah II-B Lampung. Dia juga penasihat Forum CSR Lampung sejak 2016 hingga kini.

Urusan hobi olahraga, ia pun tercatat aktif Ketua Pengprov Tarung Drajat Indonesia Lampung periode 2016-2020.

Selain civitas akademika UBL, perhelatan pengukuhan ini tergolong istimewa. Hadir merasakan kebahagiaan Yusuf, antara lain Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024 Aziz Syamsuddin, Staf Ahli Sosial Politik Kapolri Irjenpol Ike Edwin, dan pengusaha nasional asal Lampung/Waketum Kadin Indonesia yang juga Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Anindya Bakrie.

Ada pula Rektor Unila Prof Hasriadi Mat Akin didampingi Warek IV Prof Aom Karomani, sejumlah pimpinan PTN/PTS di Lampung, Kapolresta Bandarlampung Kombespol Wirdo Nefisco, Sekkab Waykanan Saipul Ok, Ketua Pengprov PRSI Lampung Ade Utami Ibnu, dan Ketua Ombudsman RI Lampung Nur Rakhman Yusuf.

Sejawat kental Yusuf, Ketua Yayasan Alfian Husin Dr Andi Desfiandi termasuk yang menyampaikan ucapan selamat. Pengampu lembaga pendidikan dini hingga PTS yakni IIB Darmajaya ini berujar singkat. "Selamat," ucapnya, via WhatsApp, Sabtu siang.*

Baca juga: UBL-ITS buat mobil listrik untuk reli Dakar

Baca juga: Mahasiswa UBL menangi seleksi World Championship Microsoft

Pewarta: Agus Wira Sukarta
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar