Diskominfo Papua: Palapa Ring dorong tata kelola pemerintah elektronik

Diskominfo Papua: Palapa Ring dorong tata kelola pemerintah elektronik

Menteri Kominfo Rudiantara (gunakan jaket) didampingi Bupati Jayawijaya Jhon R Banua, Kabandara Wamena Joko Harjani saat memantau proyek palapa ring di wilayah pegunungan beberapa waktu lalu. ANTARA/Marius Frisson Yewun

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mengharapkan keberadaan Palapa Ring dapat mendorong kabupaten/kota mengimplementasikan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik yang terintegrasi sebagaimana rekomendasi Korsupgah KPK RI menjadi lebih baik.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua Kansiana Salle kepada ANTARA di Jayapura, Senin, mengatakan pembangunan Palapa Ring Timur merupakan salah satu implementasi Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional, yang dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

"Proyek Palapa Ring ini adalah pembangunan infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik nasional yang ditujukan demi pemerataan akses pita lebar (broadband) di Indonesia, di mana pada Provinsi Papua terdapat 23 wilayah kabupaten yang dilalui proyek ini," katanya.
Baca juga: Akademisi Papua menilai Palapa Ring satukan Indonesia

Menurut Kansiana, proses pelaksanaannya di Provinsi Papua memang menghadapi kendala penghambat seperti geografis di mana bahan baku sebagian diangkut dengan pesawat dan juga masyarakat yag berada di sekitarnya ada yang juga menghambat, namun dari semua itu dapat disolusikan sehingga pada Senin (14/10) project kebanggaan bangsa yang dikenal dengan "TOL LANGIT" diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia melalui teleconfrence dari Istana Negara Jakarta dengan lima provinsi yang wilayahnya dilalui proyek Palapa Ring.

"Meskipun demikian, masih ada beberapa daerah di Papua khususnya di wilayah Pegunungan Tengah yang masih belum maksimal operasionalnya atau dalam proses penyelesaiannya," ujarnya.

Dia menjelaskan selanjutnya kepada BUMN/BUMD serta sektor swasta yang bergerak di bidang teknologi informasi, momentum pembangunan proyek Palapa Ring membuka kesempatan untuk dapat mengembangkan usahanya di Papua, sebagaimana yang dilakukan oleh PT Moratelindo yang mulai intens menawarkan produk layanannya pada pemerintah daerah yang wilayahnya dilalui project ini.
Baca juga: Palapa Ring buka isolasi daerah pedalaman Papua Barat
Baca juga: Pemkab Jayapura harap Palapa Ring sukseskan pasar ekonomi digital


"Harapan terbesar kami juga adalah dengan beroperasionalnya proyek ini, dapat mendukung mensukseskan penyelenggaraan PON XX Tahun 2020 di Papua yang di dalamnya kami berkomitmen menggunakan teknologi informasi sebagai salah satu platform mendukung suksesnya penyelenggaraan multi ivent ini," katanya lagi.

Dia menambahkan selain beberapa harapan besar dari proyek ini, ada hal lain yang harus diperhatikan yakni penyelesaian masalah operasional yang sifatnya teknis seperti kabel putus, kerusakan pada CPE yang diakibatkan oleh Force Majure maupun Non Force Majure dan harus dicarikan solusi cepat dan tepat oleh pelaksana operasional dalam hal ini BAKTI-KOMINFO RI, sehingga layanan tetap bisa berjalan karena diketahui semua bahwa tantangan geografis dan fenomena alam di Papua sangat luar biasa.
Baca juga: Papua Barat saksikan peresmian palapa ring melalui video conference
Baca juga: Palapa Ring Timur akan dukung layanan "telemedicine"

Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar