Pelantikan Presiden Jokowi akan dihadiri PM Australia Scott Morrison

Pelantikan Presiden Jokowi akan dihadiri PM Australia Scott Morrison

Dokumentasi - Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison ketika melakukan pertemuan bilateral disela KTT ke-33 ASEAN, di Pusat Konvensi Suntec, Singapura pada Rabu (14/11/2018). ANTARA FOTO/Bayu Prasetyo/aa.

"Australia adalah tetangga dekat, mitra dan sahabat Indonesia. Saya menantikan perjalanan saya ke Indonesia lagi untuk menegaskan kembali ikatan unik kedua negara dan berbagi visi kawasan Indo-Pasifik yang damai dan makmur,"
Jakarta (ANTARA) - Perdana Menteri Australia Scott Morrison dijadwalkan menghadiri pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin pada Minggu (20/10) di Jakarta, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

"Australia adalah tetangga dekat, mitra dan sahabat Indonesia. Saya menantikan perjalanan saya ke Indonesia lagi untuk menegaskan kembali ikatan unik kedua negara dan berbagi visi kawasan Indo-Pasifik yang damai dan makmur," kata Morrison dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Indonesia apresiasi dukungan Australia terhadap ASEAN Outlook

Dia pun berharap dapat memajukan kerja sama dalam perdagangan dan investasi, kemaritiman, keamanan, kontra-terorisme, kejahatan transnasional, infrastruktur, dan pendidikan, yang berangkat dari Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Australia yang diumumkan oleh Jokowi dan dirinya tahun lalu.

"Sementara itu, perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) yang ditandatangani pada bulan Maret tahun ini akan membantu membuka potensi besar hubungan ekonomi kita, yang menguntungkan kedua negara," jelasnya.

"Saya berharap untuk memberi selamat kepada Presiden Widodo atas kemenangannya dalam pemilihan ini dan membangun persahabatan yang kuat dan kemitraan yang mendalam antara kedua negara kita," ujar Morrison.

Indonesia dan Australia menjalin kemitraan dan kerja sama luas yang mencakup hubungan politik, ekonomi, keamanan, pembangunan, pendidikan dan hubungan antarmasyarakat.

Sebagaimana dijelaskan dalam laman resmi Departemen Luar Negeri dan Dagang (DFAT) Australia, Indonesia merupakan tujuan wisatawan Australia terbesar kedua, dengan lebih dari satu juta orang Australia mengunjungi Indonesia setiap tahun. Jaringan diplomatik Australia di Indonesia meliputi kedutaan besar di Jakarta dan konsulat jenderal di Bali, Surabaya dan Makassar.

Sejak pertama kali menjabat pada 2014, Presiden Joko Widodo telah mengunjungi Australia tiga kali, yakni untuk menghadiri KTT G20 di Brisbane pada 2014, kunjungan kenegaraan pertama ke Australia pada 2017, dan menghadiri KTT Khusus ASEAN-Australia di Sydney pada Maret 2018.

Sementara itu, kunjungan Perdana Menteri Scott Morrison ke luar negeri yang pertama -- dalam kapasitasnya sebagai pemimpin -- adalah ke Indonesia pada 2018. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi dan Morrison sepakat untuk meningkatkan hubungan kedua negara menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif dan mengumumkan kesimpulan dari negosiasi tentang Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA).

Baca juga: Investor didorong siap manfaatkan Indonesia-Australia CEPA

Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden akan lantik Dewas KPK pada Desember

Komentar