IKAMAT pamerkan sejarah dan budaya Aceh di Turki

IKAMAT pamerkan sejarah dan budaya Aceh di Turki

Dokumentasi - Ikatan Masyarakat Aceh-Turki mengadakan silaturahmi dan rembuk pegiat sejarah Indonesia-Turki, di Banda Aceh, Sabtu (7/9/2019). (ANTARA/Istimewa)

Jadi acara ini tidak hanya promosi wisata dan budaya saja. Akan ada kerjasama yang sifatnya berkelanjutan antara lembaga yang ada di Aceh dan di Turki
Banda Aceh (ANTARA) - Ikatan Masyarakat Aceh di Turki (IKAMAT) menggelar pameran sejarah dan kebudayaan Aceh di Istanbul, Turki dalam upaya merawat sejarah dan berbagai budaya daerah berjulukan "Serambi Mekkah" tersebut.

Ketua IKAMAT, Haykal dihubungi dari Banda Aceh, Senin mengatakan, pameran yang bekerjasama dengan Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Museum Aceh itu diharapkan menjadi modal untuk kerjasama dengan lembaga kebudayaan serta museum yang ada di Turki.

Baca juga: Ikamat : Aceh ujung tombak hubungan Indonesia-Turki

"Jadi acara ini tidak hanya promosi wisata dan budaya saja. Akan ada kerjasama yang sifatnya berkelanjutan antara lembaga yang ada di Aceh dan di Turki," katanya.

Dia menjelaskan, kegiatan itu mengusung tema Aceh-Turki dalam konsep sejarah pascatsunami dan masa kini, yang berlangsung mulai 2-3 November mendatang.

Rangkaiannya meliputi bazar, manuscript fair, bedah buku, diskusi, dan penampilan kesenian Aceh.

"Penampilan seni dari tim Disbudpar Aceh, bazar dari berbagai institusi yang ada di Turki.

Sesi book review oleh Mehmet Ozay, Sosiolog asal Turki yang sudah malang melintang meneliti sejarah Aceh-Turki. Beliau akan membedah buku karyanya sendiri "Açe Darusselam Sultanlığı," kata dia.

Kemudian, untuk sesi diskusi akan menghadirkan pembicara seperti IHH sebuah LSM kemanusiaan yang pernah ikut serta dalam rehab-rekon tsunami Aceh. Dan juga, akan hadir pelaksana tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah serta Duta Besar Indonesia untuk Turki, Dr Lalu Muhammad Iqbal.

"Perwakilan Turki akan hadir Prof Numan Kurtulmuş, mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki. Kemudian Prof Fahamedin Başar, Wakil Rektor Fatih Sultan Mehmet University, yang selalu membantu mahasiswa Aceh dalam menggali sejarah-sejarah Aceh di Turki," katanya.

Kemudian, untuk manuscript fair maka pihak museum Aceh akan berkolaborasi dengan salah seorang kolektor muda manuskrip Aceh.

Kata dia, mereka akan menampilkan berbagai koleksi tentang Aceh-Turki yang pernah ditemukan di Aceh. Kemudian juga turut diisi oleh arkeolog Aceh dan penulis buku Awal Masuknya Islam ke Aceh, Husaini Ibrahim.

"Menariknya badan arsip yang menyimpan arsip-arsip Kerajaan Ottoman di Istanbul akan memamerkan semua manuskrip tentang Aceh yang ada di Turki. Termasuk surat terkenal diplomasi kerajaan Aceh dengan Turki Usmani dulu," ungkap dia.

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Merawat ingatan konflik Aceh untuk menjaga perdamaian di masa datang

Komentar