Dorong literasi keuangan milenial, OJK gandeng lima kampus di Jatim

Dorong literasi keuangan milenial, OJK gandeng lima kampus di Jatim

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono (tengah) saat berbicara di hadapan wartawan, Jumat (11/10/2019). ANTARA/ A Malik Ibrahim.

Surabaya (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong literasi keuangan pada generasi milenial khususnya mahasiswa dengan menggandeng lima kampus di wilayah Jawa Timur, sebagai upaya meningkatkan indeks keuangan inklusif nasional.

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono di Surabaya, Rabu, mengatakan lima kampus yang digandeng masing-masing Universitas Airlangga, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Kediri dan Universitas Negeri Jember.

Pemerintah, kata dia, melalui Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) menargetkan indeks keuangan inklusif tahun 2019 sebesar 75 persen, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Inklusi Keuangan.

Baca juga: OJK: Penguatan inklusi keuangan tingkatkan kesejahteraan masyarakat

Sedangkan indeks literasi keuangan ditargetkan sebesar 35 persen pada akhir tahun 2019 sesuai dengan Peraturan Presiden tentang Strategi Nasional Perlindungan Konsumen No. 50 Tahun 2017.

"Target ini meningkat dibandingkan lima tahun lalu yang masih berada di angka 36 persen, dan saat ini capaian atas inklusi keuangan di Indonesia telah mencapai 67 persen dari jumlah populasi pada tahun 2016 lalu. Jumlah itu setara 84 persen dari target 75 persen populasi pada tahun 2019. OJK optimistis bahwa tahun ini target tersebut dapat tercapai," katanya.

Baca juga: OJK : Kinerja industri jasa keuangan di Jatim tumbuh positif

Oleh karena itu, dia berharap dengan kerja sama lima kampus dapat mengikutsertakan mahasiswa pada kegiatan pelatihan, literasi dan inklusi keuangan, serta dapat diperhitungkan sebagai kegiatan akademis.

Sementara itu, berdasarkan survei literasi dan inklusi keuangan yang dilaksanakan OJK tahun 2016, indeks literasi keuangan Jawa Timur sebesar 35,58 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan indeks literasi keuangan nasional sebesar 29,66 persen.

Sedangkan indeks inklusi keuangan Jawa Timur sebesar 73,25 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks inklusi keuangan Nasional sebesar 67,82 persen.

Heru berharap, dengan kerja sama kampus juga akan mewujudkan "Jatim Well Financial Literate" yang upaya sinergi civitas akademika dengan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah (FK-LJKD) dalam upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Baca juga: OJK sebut potensi Bank Syariah di Jatim belum tergarap maksimal

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar