ASN BKKBN diminta bekerja ikhlas menjadi pelayan masyarakat

ASN BKKBN diminta bekerja ikhlas menjadi pelayan masyarakat

Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) pada dialog yang dipandu Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Riau, Agus Putro Proklamasi, disaksikan Kepala Dinas Dukcapil Dalduk dan KB Provinsi Riau Andra Sjafril, SKM, M.Kes, di Kantor BKKBN Perwakilan Provinsi Riau, di Pekanbaru, Rabu (6/11/2019). ANTARA/Dok

Kota Pekanbaru (ANTARA) - Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengingatkan setiap ASN di lingkup BKKBN harus bisa bekerja ikhlas menjadi pelayan masyarakat yang baik dan tidak boleh menonjolkan kepentingan pribadi.

"Ketika seorang ASN mendahulukan kepentingan pribadi, maka seketika itu dia telah menjadi orang bodoh dan pekerjaannya akan menjadi sia-sia," kata Hasto Wardoyo di Pekanbaru, Rabu.

Hasto Wardoyo menyampaikan itu saat menjadi pembicara di hadapan seratusan peserta terdiri atas ASN, PLKB, duta gendre Riau, dalam acara pembinaan pegawai dalam rangka pelaksanaan kebijakan reformasi birokrasi untuk meningkatkan kualitas ASN di lingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Riau.
Baca juga: Kepala BKKBN ungkap Menkes sudah kreatif sejak kuliah
Baca juga: Pelayanan KB DAS Kapal Bandong menginspirasikan Dinkes Sekadau


Menurut dia, menjadi pelayan masyarakat yang baik itu harus dimulai dari masing-masing individu sebab kita sering kena penyakit macam-macam, atau gangguan mental emosional di mana dari setiap 100 ASN terdapat tujuh orang yang agak "terganggu".

Misalnya katanya menyebutkan, ASN BKKBN Riau tercatat  82 orang, dan ada lima orang agak "eror" sering bolos, dan tidak masuk kerja, tidak bertanggungjawab kerja, tidak bertangungjawab diberi pekerjaan, hingga mengakibatkan atasan menjadi mules.

"Akan tetapi dari setiap 100 ASN diyakini juga tetap terdapat sebanyak lima orang pekerja luar biasa, mereka disuruh apa saja mau, dan apa saja mau dikerjakan, karenanya kita harus berubah menjadi 'personal master', bekerja dengan cerdas dan ikhlas," katanya.

Seorang personal master katanya menjelaskan, adalah menjadi pribadi yang tidak selalu menyalahkan orang lain bekerja, mampu mencari jati diri seperti apa kita dan mau membuka diri.
Baca juga: Menkes pastikan program kesehatan antarlembaga tidak tumpang tindih

Disamping itu, katanya menekankan, setiap ASN BKKBN kalau ingin menuju reformasi birokrasi, maka dia harus mau menghilangkan prilaku pribadi yang cenderung mengakui "saya paling mengerti", paling senior, merasa besar dan membesarkan diri.

ASN juga harus belajar dan terus belajar, berkerja bersama tim serta kerjakan program-program dengan baik tanpa pamrih dan jika kita bersatu pasti akan maju dan semua balasan itu menjadi urusan Allah SWT.

"ASN harus membangun visi bersama agar kerja menjadi bagus untuk mewujudkan tujuan visi reformasi birokrasi itu, rajin menulis apa yang dapat kita kerjakan dan mengerjakan apa yang ditulis," katanya.

Pada kesempatan itu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo juga membuka dialog dengan ASN di jajaran Kantor BKKBN Perwakilan Riau yang dipandu langsung oleh Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Riau, Agus Putro Proklamasi. Pertemuan dan dialog tersebut juga disaksikan Kepala Dinas Dukcapil Dalduk dan KB Provinsi Riau Andra Sjafril, SKM, M.Kes.
Baca juga: Menkes datangi kantor BKKBN bahas penanggulangan stunting

Pewarta: Frislidia
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar