IHSG Kamis bergerak bervariasi di tengah sentimen yang mudah berubah

IHSG Kamis bergerak bervariasi di tengah sentimen yang mudah berubah

Ilustrasi - Sejumlah pengunjung duduk berlatar belakang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aa.

..revisi pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini menjadi salah satu faktor yang membuat pergerakan IHSG cenderung bervariasi.
Jakarta (ANTARA) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, bergerak dalam dua arah atau bervariasi di tengah sentimen yang mudah berubah.

IHSG dibuka menguat 17,05 poin atau 0,27 persen menjadi 6.234,60. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 4,08 poin atau 0,41 persen menjadi 992,10.

Namun, tak lama berselang, IHSG berbalik arah ke area negatif atau melemah 12,84 poin (0,21 persen) menjadi 6.204,69.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta Kamis mengatakan bahwa revisi pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini menjadi salah satu faktor yang membuat pergerakan IHSG cenderung bervariasi.

"Investor akan lebih 'risk averse' terhadap proyeksi pelambatan yang tidak lagi sekadar prediksi," katanya.

Baca juga: IHSG Rabu menguat terbatas di tengah minimnya katalis positif

Ia mengemukakan pemerintah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 sebesar 5,05-5,06 persen menyusul rilis data pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada triwulan ketiga yang lebih kecil dari proyeksi, yakni hanya meningkat 5,02 persen atau lebih lamban dibandingkan 5,17 persen pada periode sama tahun lalu.

"Meskipun demikian, pertumbuhan PDB Indonesia ini masih lebih baik dibanding negara lain yang mengalami pelambatan yang curam seperti Singapura dan Korea Selatan," katanya.

Mengenai sentimen perang dagang, lanjut dia, Amerika Serikat tampaknya tidak akan mengendurkan tekanan terhadap perusahaan teknologi China.

"Hal ini mengindikasikan jika pun kesepakatan dagang dicapai, bukan garansi terhadap perusahaan China untuk tetap berbisnis. Atau, bisa jadi tekanan tersebut juga strategi Washington untuk terus mendapatkan konsesi dagang (bargaining). Yang jelas, hal ini menunjukkan bahwa negosiasi dagang AS-China tidak akan mudah kendati baru fase pertama," katanya.

Sementara itu, Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan ruang bagi IHSG untuk kembali bergerak ke area positif masih cukup terbuka seiring masih stabilnya perekonomian nasional.

"Fundamental perekonomian kita relatif stabil dan cukup kuat, investor masih akan melirik aset-aset investasi di dalam negeri," katanya.

Ia menambahkan, data cadangan devisa periode Oktober yang sedianya akan dirilis hari ini (Kamis, 7/11) juga disinyalir masih dalam kondisi terjaga sehingga menjadi pemicu bagi investor untuk melakukan aksi beli.

Sementara itu, bursa regional antara lain indeks Nikkei melemah 25,40 poin (0,11 persen) ke 23.278,40, indeks Hang Seng melemah 130,90 poin (0,47 persen) ke 27.557,69, dan indeks Straits Times melemah 0,94 poin (0,03 persen) ke posisi 3.261,75.

Baca juga: Analis: IHSG pekan ini berpeluang naik, ini indikatornya

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Tutup IHSG Tertinggi Dalam Sejarah

Komentar