Menristek: Dana abadi riset diprioritaskan untuk sektor kebencanaan

Menristek: Dana abadi riset diprioritaskan untuk sektor kebencanaan

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro berbicara kepada wartawan dalam peluncuran buku Leaders of a New Planet di kantor PT Daya Dimensi Indonesia, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (08/11/2019). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan dana abadi riset akan diprioritaskan untuk sejumlah sektor, utamanya kebencanaan dan perubahan iklim.

"Pertama yang mendesak adalah kebencanaan dan perubahan iklim. Kedua adalah hilirisasi dari sumber daya alam, kemudian ketiga lebih kepada product development, maksudnya riset yang nantinya mengarah kepada product development dalam bidang  apapun baik pertanian maupun industri," kata Menristek Bambang usai menghadiri peluncuran buku Leaders of a New Planet di kantor PT Daya Dimensi Indonesia, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat.

Dia menuturkan dana abadi riset yang saat ini dikucurkan sebesar Rp990 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga akan digunakan dalam mengerjakan 49 jenis prioritas riset nasional untuk lima tahun ke depan.

Baca juga: Menristekdikti harapkan dana abadi dapat tembus Rp30 triliun

Prioritas riset nasional ini mengacu kepada 9 bidang utama antara lain pangan dan pertanian serta kesehatan dan obat-obatan. Prioritas riset ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

Dia mengatakan saat ini pengelolaan dana abadi riset masih dititipkan untuk dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sementara, skema penggunaannya akan diatur.

"Nanti kita atur skema penggunaannya kalau pengelolaan kita titipkan ke LPDP saja," ujarnya.

Baca juga: BIC: Dana abadi riset buka harapan bagi pengembangan inovasi

Menristek mengatakan penggunaan dana abadi penelitian dan pengembangan akan didorong untuk dua hal utama yakni untuk mendorong inovasi, sehingga prototipe bisa dikomersialisasikan ke dunia usaha, serta untuk penguatan penelitian dan pengembangan agar muncul inovasi-inovasi baru.

Pelaksanaan dan penguatan riset berujung inovasi untuk komersialisasi diharapkan juga dapat melalui kerja sama kemitraan entah kemitraan dengan perguruan tinggi di luar negeri, dengan lembaga penelitian di luar negeri ataupun dengan lembaga penelitian di dunia usaha.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan DPR RI telah menyepakati alokasi anggaran sebesar Rp990 miliar untuk dana abadi riset pada 2019.

Dengan adanya dana abadi riset tersebut maka setiap penelitian atau riset memiliki arah yang lebih baik. Kemudian kegiatan penelitian diharapkan tidak terkendala alokasi anggaran di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan adanya dana abadi riset itu.

Tidak hanya dana abadi, ke depan akan ada badan khusus yang mengawal dan memantau riset-riset yang dilakukan menggunakan dana tersebut.

Baca juga: AIPI: Dana abadi riset ditingkatkan

 
 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Era 4.0, Kemenristek fokus ke STEM

Komentar