BMKG : Gempa Jailolo-Malut akibat aktivitas subduksi lempeng

BMKG : Gempa Jailolo-Malut akibat aktivitas subduksi lempeng

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Winangun, Sulawesi Utara, Edward H Mengko

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme oblique (oblique fault),
Manado (ANTARA) - Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Winangun, Sulawesi Utara, Edward H Mengko mengatakan, gempa yang terjadi di Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara akibat aktivitas subduksi lempeng.

"Apabila memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi antara lempeng mikro Laut Maluku dan lempeng Filipina," sebut Edward mengutip Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam rilis yang disebarkan dalam grup percakapan BMKG, PVMBG dan pemangku kepentingan terkait di Manado, Selasa.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme oblique (oblique fault).

Baca juga: Gempa Jailolo-Malut terasa hingga Kota Manado

Guncangannya, dirasakan di daerah Kotamobagu, Ternate, Tobelo II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, getaran terasa seakan akan truk berlalu), Bolaang Mongondow Timur, Manado, Tondano, Minahasa Utara, Bitung II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat lindu tersebut.

Selanjutnya, dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami dan hingga pukul 07.00 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca juga: Gempa magnitudo 5,9 getarkan barat laut Jailolo-Maluku Utara

Selanjutnya, menghindari bangunan yang retak atau rusak, memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

Masyarakat juga diharapkan memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

Sebelumnya, pukul 06.41.00 WIB wilayah Maluku Utara diguncang gempa bumi berkekuatan M=5,9 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,7.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1.48 LU dan 127.05 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 65 kilometer arah Barat Laut Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara pada kedalaman 119 kilometer.

Baca juga: Gempa magnitudo 2,7 terjadi di Ambon

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Selain gempa dan tsunami, Sumbar rentan likuefaksi

Komentar