Nila Moeloek ajak masyarakat terapkan "isi piringku" cegah diabetes

Nila Moeloek ajak masyarakat terapkan "isi piringku" cegah diabetes

Menteri Kesehatan Indonesia pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo Nila Moeloek saat diwawancarai awak media massa terkait pencegahan diabetes di Jakarta, Selasa. (12/11/2019). ANTARA/Muhammad Zulfikar

jadi kita memang harus hati-hati
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Indonesia pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo Nila Moeloek mengajak masyarakat agar menerapkan program "isi piringku" dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah diabetes.

"Itu sudah ada program dari Kementerian Kesehatan, Jadi masyarakat hendaknya memahami lalu menerapkan," kata dia di Jakarta, Selasa pada kegiatan diskusi bertajuk Generasi Sehat untuk Indonesia Unggul.

Ia mengatakan "isi piringku" itu berarti memerhatikan pola makan atau pola konsumsi makanan sehari-hari.

Baca juga: Hari Pangan Sedunia, FAO: Masyarakat agar perbaiki pola makan
Baca juga: Guru Besar : pola makan tepat cegah prevalensi penyakit tidak menular


Pola makan tersebut ialah dibagi atas dua yang masing-masingnya merupakan setengah porsi makan. Untuk setengah porsi pertama, dua per tiganya merupakan karbohidrat.

Karbohidrat itu tidak selalu nasi, melainkan bisa diganti dengan jenis makanan lain misalnya jagung. Kemudian, satu per tiganya ialah protein baik itu ikan, tahu, tempe dan lain sebagainya.

Kemudian pada setengah porsi lainnya, satu per tiganya ialah konsumsi buah-buahan dan dua per tiganya merupakan sayur-sayuran.

"Pola makan seperti itulah yang sangat kita anjurkan bagi masyarakat untuk meminimalisir diabetes," kata dia.

Baca juga: Jauhi diabetes ala pakar endokrin
Baca juga: Penderita diabetes perlu waspadai perubahan pola makan


Apalagi, pola hidup masyarakat dalam hal konsumsi makanan saat ini dinilai cenderung tidak sehat dan seringkali tidak memerhatikan dampak terhadap kesehatan.

Ia menegaskan hal itu perlu diperhatikan sebab angka terjadinya diabetes terkadang mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Bahkan, penyakit diabetes sudah dimasukkan sebagai salah satu "Non Communicable Disease (NCD)" atau penyakit tidak menular (PTM) tiga tahun lalu dan tercatat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Jadi kita memang harus hati-hati," tegasnya.

Baca juga: Diabetes disebabkan pola makan tidak teratur
Baca juga: IDAI: 90 persen anak penderita diabetes perlu insulin seumur hidup
Baca juga: Guru besar : olahraga 150 menit dapat cegah diabetes melitus tipe 2

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

374 jukung catat rekor Muri bagikan sayur dan buah terbanyak

Komentar