Jerman tahan tiga anggota IS tersangka rencanakan serangan

Jerman tahan tiga anggota IS tersangka rencanakan serangan

ilustrasi: Bendera Nasional Jerman ((REUTERS/Fabrizio Bensch))

Frankfurt (ANTARA) - Polisi Jerman menahan tiga orang di Kota Offenbach, di bagian barat negara itu pada Selasa atas kecurigaan merencanakan serangan bom untuk kelompok ISIS, kata penuntut umum.

Ketiga tersangka berniat membunuh sebanyak mungkin "kaum kafir" dalam rencana serangan di kawasan Rhine-Main, kata jaksa penuntut Frankfurt Nadja Niesen.

Belum ada target serangan khusus yang diketahui, tetapi bukti yang disita dari penggerebekan tiga rumah di Offenbach dapat memberi sedikit informasi, tambahnya.

Baca juga: Jerman bawa pulang empat anak anggota ISIS dari Suriah

Badan-badan intelijen dan polisi Jerman telah bersiaga tinggi untuk kemungkinan serangan oleh gerilyawan Islamis sejak seorang pencari suaka yang ditolak dari Tunisia menewaskan 12 orang dengan menabrakkan truk ke pasar Natal Berlin hampir tiga tahun lalu.

Tersangka utama yang ditangkap pada Selasa adalah seorang warga Jerman berusia 24 tahun asal Makedonia yang akan membuat bahan peledak dan mencoba untuk membeli senjata online. Dua tersangka kaki tangannya adalah warga negara Turki berusia 22 dan 21 tahun.

Para tersangka diyakini memberi tahu orang-orang bahwa mereka adalah pendukung ISIS, kata Niesen, seraya menambahkan ia mengira ketiganya dikenali polisi.

Baca juga: Jerman diwajibkan pulangkan keluarga anggota ISIS dari Suriah

Zat yang dapat digunakan untuk membuat bahan peledak dan peralatan ditemukan di rumah tersangka utama, katanya. Pihak berwenang juga mengamankan dokumen tertulis dan data elektronik.

Niesen mengatakan keputusan akan dibuat pada hari Rabu tentang apakah ketiga tersangka atau hanya satu akan diajukan ke hakim penyelidik di pengadilan di Frankfurt.

Hakim akan memutuskan apakah akan mengeluarkan surat perintah penangkapan dan memerintahkan penahanan pra-sidang.

Baca juga: Bocah teradikalisasi ISIS rencanakan dua serangan teroris di Jerman

Sumber: Reuters

Penerjemah: Maria D Andriana
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar