Akhir November, Jokowi akan pastikan investasi mobil listrik Hyundai

Akhir November, Jokowi akan pastikan investasi mobil listrik Hyundai

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. ANTARA/HO-Kemenko Kemaritiman dan Investasi.

Hyundai mau investasi kira-kira 1 miliar dolar AS di industri mobil listrik, di dekat Karawang (Jawa Barat)
Jakarta (ANTARA) - Pada akhir November mendatang, Presiden Joko Widodo akan datang ke Korea Selatan untuk menandatangani kerja sama investasi dengan Hyundai untuk pengembangan mobil listrik senilai 1 miliar dolar AS.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut dirinya akan mendampingi Presiden Jokowi mengunjungi Korea untuk menemui Hyundai.

"Hyundai mau investasi kira-kira 1 miliar dolar AS di industri mobil listrik, di dekat Karawang (Jawa Barat) sana. Tanahnya sekitar 600 hektare. Signing kira-kira mungkin tanggal 25 atau 26 November," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Menperin dampingi presiden bahas Investasi Hyundai di Indonesia

Luhut berharap realisasi investasi perusahaan asal negeri ginseng bisa dilakukan sesegera mungkin.

Ia juga meminta kepada pihak Hyundai agar nantinya mereka menggunakan bahan baku dari Indonesia.

"Mereka sudah saya minta pakai bahan dari Morowali. Kemudian ban mobil, pesawat terbang, karet dari kita. Sekarang (investasi) Dunlop, sudah. Jadi nanti semua mobil listrik yang diproduksi di Indonesia pakai karet ban dari karet kita," pungkasnya yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Nasional TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri).


Baca juga: Ridwan Kamil: Hyundai akan besar-besaran pindah ke Jabar


 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar