PPA bukan penentu nasib Merpati Airlines

PPA bukan penentu nasib Merpati Airlines

Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) Iman Rachman. ANTARA FOTO/Ahmad Wijaya/pri.

Jadi soal apakah nanti MNA akan dilanjutkan atau tidak, itu bukan wewenang kami. Tugas kami adalah memastikan aset MNA tetap terjaga
Bandung (ANTARA) - PT Perusahaan Pengelola Aset/PPA (Persero) menegaskan pihaknya bukan penentu nasib keberadaan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA), tapi yang selama ini dijalankan adalah memastikan seluruh aset perusahaan penerbangan itu tetap ada.

"Soal apakah nanti MNA akan dilanjutkan (beroperasi) atau tidak, itu bukan wewenang kami. Tugas kami adalah memastikan aset MNA tetap terjaga," kata Direktur Utama PT PPA Iman Rachman dalam acara press gathering di Bandung, Jabar, Kamis.

Sesuai dengan tugas yang diberikan oleh Kementerian BUMN, katanya, PPA saat ini mendapatkan mandat untuk menjadi kontroler keuangan MNA, sementara pemegang saham dan kreditor dimiliki oleh pihak lain.

Baca juga: Merpati Nusantara Airline akan buat pergerakan di 2019

Saat ini, MNA tidak lagi mampu menerbangkan pesawat tapi yang dapat dilakukan adalah bisnis maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat, serta pusat pelatihan yang akan dikerjasamakan dengan PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA).

"Merpati dioptimalkan potensinya bukan di penerbangan tapi asetnya yang dimiliki ada MRO aviasi dan pusat pelatihan," tutur Iman.

Merpati juga telah melakukan penandatangan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Garuda Indonesia untuk kerja sama bisnis kargo.

Baca juga: Hakim kabulkan proposal perdamaian Merpati Nusantara Airlines

Direktur Konsultasi Bisnis dan Aset Manajemen PT PPA Dikdik Permadi Yoffana, mengatakan dengan kerja sama ini Merpati diharapkan memiliki pendapatan yang akan digunakan untuk mencicil utang-utangnya yang nilainya mencapai Rp10 triliun.

"Perusahaan ini sebelumnya sudah memiliki perjanjian pembayaran utang yang diputuskan lewat pengadilan kepada kreditornya," ujarnya.

PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) mendapat angin segar untuk menjalankan kini bisnis kargo udara. Rabu (16/10/2019), Merpati meneken kerja sama dengan 10 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Bisnis kargo yang dijalankan adalah untuk melayani pengiriman barang ke sejumlah daerah di wilayah Indonesia timur bekerja sama dengan BUMN lain seperti Pertamina dan Bulog.

Dikatakan Dikdik, jika kondisi MNA sudah mulai membaik maka diharapkan akan ada investor yang masuk sehingga akan ada perubahan komposisi pemegang saham.

Baca juga: Merpati akan beroperasi tahun 2019

Baca juga: Investor asing tidak boleh kuasai saham dominan PT Merpati Nusantara Airlines

Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Restrukturisasi, Krakatau Steel wacanakan pelibatan PPA

Komentar