Serangan udara Israel ke Gaza dikutuk pimpinan BKSAP DPR-RI

Serangan udara Israel ke Gaza dikutuk pimpinan BKSAP DPR-RI

Perempuan pengantin Palestina Shayma Al-Huwaity (20 tahun) berdiri di dekat rumah keluarganya, yang hancur baru-baru ini dalam serangan udara Israel ke sebuah lokasi Hamas, pada hari pernikahannya di Kota Gaza, 5/4/2019. (REUTERS/MOHAMMED SALEM)

Saya mengajak seluruh parlemen di dunia untuk mengecam sikap bar-bar Israel kepada warga Palestina atas tindakan genosida, pembunuhan terencana dan perebutan tanah secara paksa sejak 1967
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKSAP) DPR Mardani Ali Sera mengutuk serangan udara Israel ke wilayah Gaza yang dilakukan sejak Selasa (12/11).

"Saya mengajak seluruh parlemen di dunia untuk mengecam sikap bar-bar Israel kepada warga Palestina atas tindakan genosida, pembunuhan terencana dan perebutan tanah secara paksa sejak 1967," kata Mardani di Jakarta, Jumat.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mendesak Pemerintah Indonesia untuk menyampaikan protes kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas serangan tersebut.

Menurut Mardani, serangan Israel kepada Gaza tersebut merupakan pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa 1949. Konvensi tersebut melarang menyerang kota atau desa lawan.

"Isreal sangat brutal tetapi tidak ada yang berani memberikan sanksi. Padahal Israel terus menerus melanggar hukum konflik bersenjata yaitu menyerang bangunan penduduk dan membunuh penduduk sipil termasuk anak kecil," katanya.

Mardani mengatakan Indonesia harus cepat menanggapi serangan tersebut karena Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 secara tegas menyatakan menentang penjajahan di atas dunia karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

"Israel sudah sejak lama melakukan penjajahan, genosida, pembunuhan terencana, perebutan tanah secara paksa kepada negara Palestina. Karena itu, Indonesia harus terdepan menanggapi tindakan ini," kata Mardani Ali Sera.
Perempuan dan anak-anak di Jalur Gaza, Palestina,meski dalam suasana konflik atas penjajahan Israel di wilayah itu, mereka ikut memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-72 pada Agustus 2019 lalu. (FOTO ANTARA/Andi J/HO-Abdillah Onim)


Serangan udara Israel ke Gaza telah menewaskan sedikitnya 32 warga Palestina, termasuk seorang anak berusia tujuh tahun.

Hingga Rabu (13/11) waktu setempat, militer Israel mengaku telah ditembaki dengan 360 roket dari arah Gaza, dan 90 persen diantara berhasil ditembak jatuh. Namun, tidak ada korban jiwa dari pihak Israel.

Konflik terbaru antara Israel dengan Palestina pecah setelah Israel menewaskan komandan senior milisi jihad Islam Bahaa Abu el-Atta dalam serangan udaranya. Israel menyebut Abu el-Atta bertanggung jawab atas serangkaian serangan roket dan merencanakan serangan skala besar lainnya. 

Baca juga: Serangan Israel di Jalur Gaza kembali menelan korban

Baca juga: ACT galang bantuan bagi warga Gaza pascaserangan Israel

Baca juga: Pembangunan RS Indonesia tetap jalan meski situasi Gaza memanas

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia tentang AS soal permukiman Israel di Tepi Barat

Komentar