Oknum Satpol PP diduga bobol Bank DKI

Oknum Satpol PP diduga bobol Bank DKI

Sosialisasi PKL Pasar Gembrong Petugas Satpol PP melakukan sosialisasi terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, Selasa (13/8). Pemprov DKI Jakarta akan terus berupaya menertibkan PKL yang berjualan di bahu jalan dengan tujuan untuk memperlancar arus lalu lintas disekitar pasar tersebut. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat Tamo Sijabat membenarkan ada satu oknum staf di institusi itu diduga terlibat kasus 
pembobolan ATM Bank DKI.

"Kalau MO saya nyatakan benar dia staf saya, dia seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Bahwa dia sekarang dalam pemeriksaan polisi seperti yang dilaporkan wartawan ke saya," ujar Tamo saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Tamo mengatakan hanya mengetahui MO saja yang terlibat dalam kasus tersebut di Jakarta Barat. MO berstatus pegawai tidak tetap Satpol PP Jakarta Barat.

Ia mengetahui hal tersebut setelah pihaknya melalui kepala seksi operasi yang menaungi MO mendapat surat panggilan dari Polda Metro Jaya perihal kasus pencucian uang yang diduga melibatkan MO.

"Jadi baru MO saja yang mendapat panggilan Polda," ujar Tamo.

Baca juga: Kasatpol PP DKI sebut pembobolan Bank DKI dilakukan sejak Mei
Baca juga: Oknum pembobol Bank DKI siap-siap dipecat oleh Satpol PP


Tamo juga mengatakan, MO sudah dipanggil ke ruangannya perihal absensi yang tidak cocok dengan hasil kerjanya selama dua bulan terakhir.

"Di sanalah, MO mengakui dirinya terlibat kasus hukum," katanya.

Namun untuk tindak lanjut kasus MO, Tamo menyerahkan sepenuhnya kepada Kepolisian yang tengah menyidik kasusnya.

Saat ini MO juga tidak ada di Indonesia, tetapi sedang menjalankan ibadah umrah.
"Kalau tidak salah besok dia akan sampai di Indonesia," ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin menjelaskan berdasarkan informasi yang didapatkannya, oknum anak buahnya yang diketahui lebih dari 10 orang (diduga 12 orang) mengambil uang tersebut di ATM Bersama.

"Bukan ATM Bank DKI. ATM Bersama yang mana dia mengambilnya pertama dia salah PIN," katanya.

Yang kedua baru PIN-nya benar dan uangnya keluar namun saldonya tidak berkurang. "Lalu dia ambil lagi karena kan mungkin punya keingintahuan," ujarnya.

Kendati demikian, Arifin mengatakan, pihaknya saat ini menunggu hasil pemeriksaan Polda Metro Jaya terkait oknum Satpol PP yang berasal dari wilayah Jakarta Barat, Timur dan Selatan tersebut.
Baca juga: Kasatpol PP DKI jelaskan kronologis dugaan kasus pembobolan Bank DKI
Baca juga: Kasatpol PP DKI tak tahu ada anggota terlibat kasus pencucian uang

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar