Dolar AS menguat tipis, hentikan penurunan 3 hari beruntun

Dolar AS menguat tipis, hentikan penurunan 3 hari beruntun

Ilustrasi: Seorang karyawan menghitung tagihan dolar AS di kantor penukaran uang di Kairo pusat, Mesir (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)

Itu semua datang pada ketidakpastian perdagangan
New York (ANTARA) - Kurs dolar AS sedikit menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), pada kecepatan untuk menghentikan penurunan beruntun tiga hari karena berlanjutnya ketidakjelasan tentang pembicaraan perdagangan AS - China membuat investor berhati-hati.

Indeks dolar AS, yang membandingkan dolar terhadap enam mata uang utama, naik 0,05 persen. Indeks dolar AS telah turun 0,6 persen selama tiga sesi terakhir.

"Itu semua datang pada ketidakpastian perdagangan," kata Juan Perez, pedagang valuta asing senior dan ahli strategi di Tempus Inc.

Harapan telah meningkat bahwa Washington dan Beijing akan menandatangani apa yang disebut kesepakatan "fase satu" bulan ini untuk mengurangi perang dagang selama 16 bulan mereka, tetapi harapan itu mengalami kemunduran pada Senin (18/11/2019) setelah CNBC melaporkan bahwa China pesimis tentang menyetujui sebuah kesepakatan.

Amerika Serikat akan menaikkan tarif impor China jika tidak ada kesepakatan dicapai dengan Beijing untuk mengakhiri perang dagang, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa (19/11/2019), mengancam peningkatan percekcokan yang telah merusak pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.

Sementara dolar didukung oleh data ekonomi AS baru-baru ini, greenback mungkin berada dalam beberapa kelemahan, kata Perez.

"Bank-bank sentral tidak dapat memberikan insentif untuk saham lebih tinggi, sehingga selera-risiko berkurang dan uang dapat terus turun berdasarkan fakta bahwa ekonomi Amerika memang lebih lambat dan kemampuan Fed untuk memuaskan siapa pun dipertanyakan," kata Perez.

Investor sedang menunggu rilis risalah pada Rabu dari pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve (Fed), di mana bank sentral memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini tetapi mengisyaratkan tidak akan ada pengurangan lebih lanjut kecuali jika ekonomi menjadi lebih buruk.

“Saya memperkirakan beberapa perbedaan pendapat. Mungkin Anda akan melihat kekhawatiran bahwa pemotongan suku bunga lebih lanjut membuat mereka memiliki sedikit ruang untuk memangkas jika tanda-tanda ekonomi resesi memanifestasikan diri mereka," kata Perez.

Terhadap yen Jepang, dolar melemah 0,12 persen pada hari itu.

Di tempat lain, dolar Australia turun setelah risalah dari pertemuan kebijakan Reserve Bank of Australia menunjukkan bank sentral mempertimbangkan pemotongan suku bunga bulan ini. Namun Australia pulih untuk diperdagangkan naik 0,28 persen terhadap greenback.

Sterling diperdagangkan 0,27 persen lebih lemah, tetapi mendekati level tertinggi enam bulan terhadap dolar AS karena para pedagang tetap memperkirakan bahwa Partai Konservatif yang berkuasa akan mendapatkan mayoritas di parlemen Inggris setelah pemilihan bulan depan.

Baca juga: Rupiah lanjut melemah, dipicu sentimen negatif domestik dan eksternal

Baca juga: Bursa saham Spanyol nyaris datar, Indeks IBEX-35 hanya naik 1,20 poin



 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polres Jakarta Utara gagalkan penyebaran Dolar AS palsu

Komentar