Pilgub Kalsel, Denny Indrayana jajaki lagi tiga parpol

Pilgub Kalsel, Denny Indrayana jajaki lagi tiga parpol

Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana. ANTARA/Zuhdiar Laeis/am.

Jakarta (ANTARA) - Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana mengaku sedang menjajaki tiga partai politik lagi untuk maju pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan 2020, setelah mendaftar di empat parpol.

"Saya sedang jajaki juga PKB, PAN, dan PPP. Jadi, proses itu sedang berjalan," katanya, usai bertemu Menko Polhukam Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis.

Saat ini, Denny sudah mendaftar di empat parpol, yakni Partai Gerindra, Demokrat, PKS, dan NasDem untuk persiapan maju Pilgub Kalsel 2020.

Baca juga: Temui Mahfud, Denny Indrayana: Kangen-kangenan saja

Baca juga: PDIP beri restu Rosehan ikut Pilkada Kalsel

Baca juga: Mesin politik Pilkada Kalsel 2020 mulai panas


Denny mengaku respons dari empat parpol tersebut sangat bagus sehingga diharapkan dalam waktu dekat parpol koalisi sudah bisa mengumumkan nama calon wakil gubernur.

"Empat formulir sudah saya kembalikan, yang lain, saya, sedang berproses mencari calon wakil gubernur di Kalsel," katanya.

Mengenai kriteria calon pendampingnya di Pilgub Kalsel, ia menyebutkan empat kriteria yang harus dipenuhi, yakni pertama, memiliki integritas antikorupsi.

Kedua, memiliki kemampuan dan kapasitas keilmuan untuk menjadi wakil gubernur, kemudian memiliki akseptabilitas politik dan publik yang bagus.

"Keempat, untuk Kalsel perlu ditambah orang yang agamis religius. Itu kriterianya. Inisial dari a sampai z," kata Denny.

Ditanya alasannya maju pada Pilgub Kalsel, sosok kelahiran Kotabaru, Pulau Laut, Kalsel, itu, mengaku ingin mendapatkan kesempatan untuk membangun kampung kelahirannya.

"Yang kedua, saya ingin coba meletakkan 'good governance' di sana, semangat anti korupsi yang selama ini menjadi bagian perjuangan kami dan teman-teman," katanya.

Alasan ketiga, Denny mengaku ingin sekalian bisa dekat dan merawat sang ibunda yang sudah sepuh di Kalsel.

"Ibu saya di Kalsel, sudah 65 tahun. Kalau saya ada kesempatan dapat amanah di sana, bisa sekalian kumpul sama ibu," katanya.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar