Eselon I BUMN diganti sampai respons Ahok, berita terpopuler sepekan

Eselon I BUMN diganti sampai respons Ahok, berita terpopuler sepekan

Basuki Tjahaja Purnama. (ANTARA/Wisnu Adhi)

Kalau sudah masuk fase bangkrut, baru LPS masuk, ini masih jauh dan harus dinyatakan oleh OJK
Jakarta (ANTARA) - Mulai dari pergantian seluruh eselon I Kementerian BUMN oleh Erick Thohir, air, Respons Ahok terkait penolakan dari Serikat Pekerja (SP) Pertamina, sampai dengan air terlimpas dari Tol Becakayu, berikut tujuh berita ekonomi terpopuler dalam sepekan yang masih layak Anda simak di akhir pekan:

1. Erick Thohir ganti seluruh eselon I Kementerian BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait pemberhentian eselon I Kementerian BUMN.

“Hari ini, SK (surat keputusan pemberhentian) sudah turun. Jadi, seluruh eselon I akan mendapatkan tempat baru,” kata sumber IMQ-ANTARA di Kementerian BUMN.

Simak berita lengkapnya di sini

2. Setelah Ahok, mantan Komisioner KPK Chandra Hamzah datangi Erick

Setelah memanggil mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Senin (18/11) Menteri BUMN Erick Thohir memanggil mantan petinggi Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah.

Chandra datang mengenakan kemeja batik berwarna cokelat dan langsung menuju meja resepsionis untuk mengisi buku tamu.

Simak berita lengkapnya di sini

3. Ditolak SP Pertamina, Ahok: Hidup ini tidak ada yang setuju 100 persen

Basuki Tjahaja Purnama bersikap santai menanggapi penolakan dari serikat pekerja terkait dengan rencana dirinya mengisi jabatan pimpinan PT Pertamina (Persero).

"Kayaknya hidup gue ditolak melulu. Hidup ini ya gak ada bisa setuju 100 persen, Tuhan saja ada yang nentang kok," kata pria yang akrab disapa Ahok di Semarang, Jateng.

Simak berita lengkapnya di sini

4. Air terlimpas dari Tol Becakayu saat hujan, ini penyebabnya

PT Waskita Toll Road mengungkap penyebab terjadinya curahan air dan banjir di Tol Becakayu Seksi 2A yang sedang dalam proses konstruksi diakibatkan pengerjaan saluran pipa yang belum selesai.

Alex mengatakan bahwa pada lokasi badan jalan yang terkena dampak curahan air tersebut mengalami banjir sepanjang kurang lebih 50 meter, karena saluran air pada badan jalan tersebut tidak sanggup menampung debit air akibat hujan.

Sesuai pantauan di lapangan pada lokasi tersebut sedang ada galian untuk kabel Telkom sehingga menambah disfungsi saluran.
Simak berita lengkapnya di sini

5. Bank Muamalat masih belum bangkrut, kata pengamat

Pengamat ekonomi Unika Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko menilai Bank Muamalat masih jauh dari kebangkrutan karena secara fundamental bank itu dinilai masih kuat dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga belum menentukan status bank syariah tersebut.

"Kalau sudah masuk fase bangkrut, baru LPS masuk, ini masih jauh dan harus dinyatakan oleh OJK," katanya dalam forum diskusi terkait bisnis syariah di Jakarta.

Simak berita lengkapnya di sini

6.Bahas ekonomi syariah, Dosen Kuwait University: Waspada riba masa kini

Dosen tamu Syeikh Abdul Azis Muhammad Zaki Abu Arisya dari Kuwait University membahas materi ekonomi syariah menurut perspektif Al-quran dan Sunnah di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM).

Dalam paparannya, Syeikh Abdul Aziz menyampaikan bahwa saat ini telah mewabah sebuah penyakit yang begitu mematikan. Apabila penyakit tersebut menyentuh tanah, lanjut dia, maka akan hilang seluruh keberkahan dari tanah tersebut.

"Tak ada satupun rumah di dunia ini yang luput dari jangkitan wabah tersebut. Wabah itu bernama riba," papar pria yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Kementerian Wakaf Kuwait ini.

Simak berita lengkapnya di sini

7.BPH Migas petakan langkah hadapi neraca dagang

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah memetakan strategi dan langkah prioritas yang akan diambil guna menghadapi tantangan defisit neraca dagang migas di tahun depan.

Upaya ini akan dijadikan bagian upaya memperkuat kebijakan hilir migas agar semakin tepat sasaran. Berdasarkan informasi tertulis yang diterima Antara di Jakarta, BPG Migas akan meningkatkan pembangunan jaringan gas (jargas) yang akan mendorong pemanfaatan gas domestik sekaligus memangkas impor gas Liquified Petroleum Gas (LPG). Apalagi pembangunan jargas dinilai lebih murah.

Simak berita lengkapnya di sini

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ini alasan perombakan eselon I di Kementerian BUMN

Komentar