Dolar terangkat tanda-tanda kemajuan kesepakatan perdagangan

Dolar terangkat tanda-tanda kemajuan kesepakatan perdagangan

Pekerja menghitung uang Dollar Amerika Serikat dan Rupiah di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta, Kamis (28/3/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pri.

Singapura (ANTARA) - Kurs dolar AS dan mata uang yang berfokus pada ekspor sedikit menguat pada Senin pagi, terangkat berita positif tentang pembicaraan perdagangan AS-China, sementara pound naik didukung harapan Brexit yang akan segera terjadi dan mengakhiri kelumpuhan politik selama bertahun-tahun.

Namun, pergerakan sedikit marjinal, karena skeptisisme dan keletihan arus berita tentang negosiasi perdagangan AS dan China serta Brexit membuat investor berhati-hati.

Sterling naik 0,2 persen menjadi 1,2854 dolar di perdagangan Asia, terangkat dari level terendah hampir dua minggu pada Jumat (22/11/2019) setelah survei menunjukkan bisnis berada di pasar terdalam mereka sejak 2016.

Greenback, juga didukung oleh data ekonomi positif yang dirilis akhir pekan lalu, naik 0,1 persen terhadap mata uang safe-haven yen Jepang menjadi 108,78 yen. Euro stabil di 1,1021 per dolar AS, sementara dolar Australia dan Selandia Baru bergerak sedikit lebih tinggi.

Baca juga: Yuan melemah terhadap dolar AS untuk hari keempat berturut-turut

Terhadap sekeranjang mata uang, dolar AS stabil di 98,258.

"Pasar berpegang pada segala macam isu positif yang kita dapatkan saat ini, kami ingin menjaga momentum itu berjalan," kata Sean MacLean, analis riset di Pepperstone, salah satu broker di Melbourne.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, yang Partai Konservatif-nya memimpin dalam jajak pendapat menjelang pemilihan 12 Desember, mendukung pound dengan janji untuk "menyelesaikan Brexit" dan membawa kesepakatan untuk meninggalkan Uni Eropa kembali ke parlemen sebelum Natal.

Menjaga harapan agar terobosan dalam pembicaraan perdagangan tetap hidup adalah pengumuman akhir pekan tentang rencana China untuk meningkatkan perlindungan hak kekayaan intelektual -- yang dilihat sebagai langkah untuk mengatasi masalah yang terjadi di antara para pihak.

Presiden China Xi Jinping mengatakan pada Jumat (22/11/2019) bahwa ia ingin mencapai kesepakatan, sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan kemajuan berjalan dengan baik. Penasihat keamanan nasional AS Robert O'Brien mengatakan pada Sabtu (23/11/2019) kesepakatan mungkin dicapai pada akhir tahun.

Baca juga: Dolar AS menguat didukung data ekonomi positif

Ketegangan yang meningkat atas Hong Kong, bagaimanapun, telah muncul sebagai komplikasi baru dalam pembicaraan perdagangan, yang sebaliknya tampaknya membuat kemajuan lambat.

Kota ini telah diguncang oleh lebih dari lima bulan protes anti-pemerintah, dan Beijing telah bereaksi dengan diloloskannya undang-undang AS yang mendukung para pengunjuk rasa, yang telah disetujui Kongres tetapi belum disahkan oleh Trump.

“RUU Hong Kong akan meningkatkan yang mendasari ketegangan AS-China," kata Vishnu Varathan, kepala ekonomi dan strategi di Mizuho Bank di Singapura, Ia menambahkan bahwa itu berarti ketidakpastian yang lebih besar di sekitar kesepakatan perdagangan.

Namun demikian, sentimen positif cukup untuk mengangkat dolar Australia yang terpapar perdagangan 0,2 persen lebih tinggi menjadi 0,6797 dolar AS dan dolar Selandia Baru menjadi 0,6415 dolar AS.

Yuan China menguat 0,1 persen menjadi 7,0360 dalam perdagangan di luar negeri.

Pada hari perdagangan ini fokus diperkirakan beralih ke data sektor jasa Jerman dan pidato dari kepala ekonom Bank Sentral Eropa Philip Lane pada 18.00 GMT, menjelang penampilan Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell pada 00.00 GMT.

Baca juga: Dolar AS menguat di tengah pengamatan perdagangan dan risalah The Fed

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menguatnya kurs dolar tak pengaruhi daya beli masyarakat

Komentar