Pelaku bisnis UMKM di Semarang dilatih pemasaran secara daring

Pelaku bisnis UMKM di Semarang dilatih pemasaran secara daring

Head of GrabExpress Tyas Widyastuti menunjukkan fitur baru kepada Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang FX Bambang Suranggono (kanan). (ANTARA/Wisnu Adhi)

dapat mendorong para pelaku usaha-usaha setempat mengembangkan bisnis dan jangkauan pasarnya
Semarang (ANTARA) - Sebanyak 100 pelaku bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Kota Semarang, Jawa Tengah, mendapat pelatihan pemasaran produk secara daring oleh GrabExpress sebagai upaya meningkatkan kompetensi serta pengetahuan.

"Pelatihan tentang pemasaran digital dan fotografi produk yang kami lakukan kepada pelaku bisnis 'online' ini sejalan dengan misi 2025 'Grab for Good' serta mendukung pertumbuhan UMKM di Jateng," kata Head of GrabExpress Tyas Widyastuti di sela pelatihan di Semarang, Kamis.

Menurut dia, layanan pengiriman barang punya peran vital bagi pengembangan UMKM di suatu daerah sehingga GrabExpress sebagai layanan kurir instan milik Grab Indonesia memberikan pelatihan bertema #TambahSukses dengan GrabExpress.

Ia menyebutkan Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan 'e-commerce" tercepat di dunia dan kondisi ini menunjukkan bahwa usaha perdagangan elektronik memiliki nilai ekonomi bagus sehingga harus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, khususnya UMKM.

Baca juga: Menyelamatkan UMKM melalui pengembangan kawasan tol

Oleh karena itu, Grab yakin ketersediaan layanan pengiriman berbasis teknologi seperti GrabExpress akan memberikan manfaat bagi pelaku bisnis daring, baik pada pertumbuhan bisnis UMKM itu sendiri, maupun pada perekonomian nasional, termasuk dalam hal pengembangan sumber daya manusia agar memiliki kapabilitas yang diperlukan di era Revolusi Industri 4.0.

Ia mengharapkan para pelaku bisnis UMKM ini dapat menikmati manfaat dari hadirnya ekonomi digital, salah satunya melalui layanan GrabExpress, untuk memasarkan hasil usahanya kepada para pelanggan dengan aman, cepat, dan mudah.

"Kami berharap dapat mendorong para pelaku usaha-usaha setempat mengembangkan bisnis dan jangkauan pasarnya, apalagi Semarang merupakan kota penting yang jadi gerbang perekonomian Jawa Tengah," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, GrabExpress juga memperkenalkan lima fitur baru yang akan membantu akselerasi bisnis wirausahawan mikro di Semarang agar lebih aman, mudah, dan efisien.

Baca juga: UMKM disebut sebagai pahlawan ekonomi

Lima fitur baru itu adalah fitur bukti pengiriman dan pelacakan langsung, fitur nalangin, fitur layanan paket hemat, fitur GrabExpress Car, serta fitur pemesanan via web dimana pengguna dapat memanfaatkan fitur ini via portal web booking GrabExpress melalui https://express.grab.com/book/login.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang FX Bambang Suranggono dalam sambutannya mengapresiasi GrabExpress yang telah berkontribusi terhadap perkembangan dan pertumbuhan UMKM di Kota Semarang

Menurut dia, hal tersebut sejalan dengan visi Pemkot Semarang untuk menjadikan Semarang sebagai kota UMKM pada 2020.

Baca juga: Mendag sebut sinergi pemasaran daring dan gerai tingkatkan penjualan

"Kami berkomitmen ingin terus memberikan fasilitasi bagi para pelaku UMKM di Kota Semarang termasuk pendampingan, promosi, pemasaran, pemberian, dan modal usaha. GrabExpress memberi harapan baru bagi perkembangan bisnis agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dan mengembangkan usaha mereka, dengan layanan logistik yang cepat, aman, dan mudah," katanya.

Pelatihan ini juga diharapkan dapat membuka jalan untuk mengatasi keterbatasan dalam hal kemampuan sumber daya manusia dan persoalan akses teknologi

Baca juga: IKM perlu didampingi dalam pemasaran daring

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar