Penurunan harga cabai dan daging ayam dorong deflasi di Padang

Penurunan harga cabai dan daging ayam dorong deflasi di Padang

Kepala BPS Sumbar Sukardi. (Antara/Ikhwan Wahyudi)

Deflasi Kota Padang pada November didorong oleh penurunan harga sejumlah komoditas pokok karena melimpahnya pasokan
Padang, (ANTARA) - Penurunan harga cabai merah dan daging ayam ras mendorong terjadinya deflasi di Kota Padang pada November 2019 yaitu pada angka 0,34 persen mengacu kepada data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat.

"Deflasi Kota Padang pada November didorong oleh penurunan harga sejumlah komoditas pokok karena melimpahnya pasokan," kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Senin.

Menurut dia, selain penurunan harga cabai merah dan daging ayam ras, sejumlah komoditas lainnya juga turut menyumbangkan deflasi yaitu minyak goreng, jengkol, emas perhiasan, angkutan udara, tuna, kentang, telur ayam ras dan cabai rawit.

Baca juga: BPS : November 2019 inflasi 0,14 persen

Ia memperkirakan sepanjang 2019, laju inflasi di Padang cukup terkendali dengan posisi di bawah 3,5 persen sesuai dengan target nasional.

Pada November 2019 dari 23 kota di Sumatera, lima di antaranya mengalami inflasi dan 18 mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Metro sebesar 0,36 persen dan terendah di Lhoukseumawe sebesar 0,02 persen.

Sementara deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,06 persen dan terendah di Batam 0,01 persen.

Sedangkan Padang menduduki urutan tujuh dari semua kota yang mengalami deflasi di Sumatera dan 12 secara nasional.

Sebelumnya Kabag Perekonomian Pemkot Padang Swesti Fanloni menyampaikan pihaknya sedang menggagas peta jalan pengendalian inflasi di Padang.

Baca juga: BPS : November 2019 inflasi 0,14 persen

Pada peta jalan tersebut terdapat berbagai aksi dan upaya yang dilakukan pemangku kepentingan terkait dalam rangka pengendalian inflasi di Padang, ujarnya.

Menurut dia, dalam peta jalan tersebut akan dijelaskan peran dan fungsi organisasi perangkat daerah terkait mulai dari penyediaan data hingga langkah aksi yang akan dilaksanakan.

"Jadi Tim Pengendalian Inflasi Daerah bisa mengontrol komoditas pangan strategis bersama OPD terkait," kata dia.

Terkait dengan kondisi deflasi d Padang ia menilai bisa disebabkan oleh pasokan yang melimpah atau daya beli menurun.

Baca juga: BPS laksanaan Sensus Penduduk 2020 menggunakan teknologi informasi


 

Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar