Legislator desak pemerintah serius atasi sampah di lautan

Legislator desak pemerintah serius atasi sampah di lautan

Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin. (Dokumentasi Humas PKS)

Laut ini sudah bisa bersih saja terutama pantai-pantainya sudah sangat bagus, apalagi bila mampu sampahnya diubah menjadi energi tenaga sampah
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin mendorong pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dapat benar-benar menuntaskan permasalahan sampah di lautan Nusantara.

Akmal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, menyatakan bahwa bila Indonesia mampu mengendalikan sampah laut, maka akan mewujudkan dua tujuan sekaligus.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu memaparkan dua tujuan tersebut adalah memperbaiki ekosistem pantai dan memproduksi energi dari bahan baku sampah.

Bila telah tercapai demikian, lanjutnya, maka dinilai juga akan menjadi prestasi Indonesia di mata dunia pada upaya mengatasi persoalan lingkungan di laut.

"Laut ini sudah bisa bersih saja terutama pantai-pantainya sudah sangat bagus, apalagi bila mampu sampahnya diubah menjadi energi tenaga sampah, akan menjadi prestasi yang luar biasa di dunia internasional," katanya.

Ia mengingatkan bahwa berdasarkan data Forum Ekonomi Dunia, terdapat sekitar 150 juta ton plastik di seluruh samudera bumi ini.

Menurut dia, bila kegiatan penanganan sampah laut ini serius ditangani lintas sektoral, bukan hal mustahil Indonesia mampu mengatasi persoalan sampah, terutama sampah laut sehingga juga akan mengembalikan kualitas ekosistemnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan pihaknya menjajaki kerja sama dengan Prancis dalam rangka mengatasi sampah plastik di laut, yang kini menjadi salah satu permasalahan di kawasan perairan baik nasional maupun internasional.

Menteri Edhy ketika menerima Dubes Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard di kantor KKP, Jakarta, Kamis (28/11), menekankan bahwa Indonesia tengah memerangi sampah plastik karena telah menjadi penyumbang sampah ke laut nomor dua di dunia.

"Kami tahu bahwa sumbernya itu bukan hanya dari masyarakat pesisir tetapi juga dari sampah rumah tangga masyarakat umum yang akhirnya bermuara di sungai. Oleh karena itu, kami sedang menggalakkan program mengatasi persoalan ini," ucapnya.

Baca juga: Menteri Edhy jajaki kerja sama dengan Prancis atasi sampah di laut

Baca juga: Legislator serukan pengembangan wisata ekonomi hijau, ini manfaatnya




 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar