KKP minta kepala daerah pesisir turut serta memberantas "stunting"

KKP minta kepala daerah pesisir turut serta memberantas "stunting"

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam acara Marine and Fisheries Business Investment Forum (MFBIF) di Jakarta, Jumat (13/12/2019). ANTARA/Zubi Mahrofi/pri.

Kami mengajak seluruh kepala daerah untuk bangkit melawan stunting. Ikan adalah salah satu solusi jawaban menentang untuk memberantas stunting di Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta kepada kepala daerah di wilayah pesisir untuk turut serta memberantas "stunting" atau kondisi tinggi badan yang jauh di bawah standar usia seharusnya akibat kekurangan gizi kronis di Indonesia.

"Kami mengajak seluruh kepala daerah untuk bangkit melawan stunting. Ikan adalah salah satu solusi jawaban menentang untuk memberantas stunting di Indonesia," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam dalam acara Marine and Fisheries Business Investment Forum (MFBIF) di Jakarta, Jumat.

Pemberantasan stunting, lanjut dia, merupakan salah satu program KKP ke depan, sesuai dengan arahan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

"Inilah yang yang layak diprioritaskan anggarannya, kami akan terus mengkomunikasikan 'stunting' kepada pelaku usaha, nelayan dan kita semua yang bergerak di sektor perikanan agar anak-anak kita sehat dan kuat," ucapnya.

Ia mengatakan dengan membuka komunikasi maka dapat menemukan solusi sehingga dapat menyelesaikan suatu permasalahan. Tanpa komunikasi, program apapun yang dicanangkan tidak akan pernah berhasil.

"Ke depan, diharapkan tidak ada lagi keluhan di kabupaten-kabupaten karena merasa tidak lagi diajak bicara," ucapnya.

Ia mengemukakan bahwa KKP memiliki anggaran sebesar Rp6,5 triliun pada 2020. Anggaran itu harus dapat digunakan sebaik-baiknya salah satunya untuk memberantas stunting.

"Ke depan, kita tidak hanya mengajarkan untuk makan ikan tapi bagaimana meningkatkan budidaya ikan dan sektor kelautan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Edhy Prabowo juga mengatakan program lain yang menjadi prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan yakni masyarakat Indonesia mendominasi penangkap ikan.

"Salah satu program lain yakni bagaimana semua penangkap ikan sudah 100 persen didominasi oleh masyarakat Indonesia," ucapnya.

Baca juga: Edhy Prabowo mengaku diminta tangani sampah plastik Labuan Bajo

Baca juga: KKP dorong pembangunan pusat informasi ekowisata mangrove Lombok Barat

 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Frekuensi ekspor komoditas perikanan Sumbar 2019 turun

Komentar