Bencana banjir - BPBD Lebak waspada banjir dan ular berbisa

Bencana banjir - BPBD Lebak waspada banjir dan ular berbisa

"Kita sepekan terakhir ini curah hujan cenderung meningkat, bahkan Kecamatan Bayah dan Cibeber diterjang banjir bandang dan longsoran," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Lebak Madias di Lebak

Lebak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten mewaspadai bencana banjir dan ular berbisa sehubungan memasuki musim penghujan.

"Kita sepekan terakhir ini curah hujan cenderung meningkat, bahkan Kecamatan Bayah dan Cibeber diterjang banjir bandang dan longsoran," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Lebak Madias di Lebak, Rabu.

BPBD Lebak sudah menyebar surat imbauan kepada masyarakat khususnya yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai (DAS) yang kerapkali diterjang banjir.

Masyarakat yang tinggal di DAS jumlahnya mencapai ribuan kepala keluarga(KK) yang tersebar di 16 kecamatan.

Baca juga: Banjir lumpuhkan ruas jalan Putussibau-Pontianak
Baca juga: Upaya Sigi keluar dari ancaman banjir dan longsor


Selama ini, wilayah Kabupaten Lebak masuk kategori rawan banjir karena memiliki 17 sungai besar dan ratusan anak sungai.

Kawasan hulu sungai itu terdapat Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan hutan lindung serta hutan adat Badui.

Apabila, intensitas curah hujan tinggi dapat menimbulkan luapan arus sungai besar, di antaranya Sungai Ciujung, Sungai Ciberang, Sungai Cisimeut, Sungai Cimadur, dan Sungai Cicinta.

"Kami berharap masyarakat yang tinggal di bantaran DAS dapat meningkatkan kesiagaan bencana banjir itu," katanya.

Madias mengimbau masyarakat Kabupaten Lebak curah hujan tinggi juga waspada terhadap populasi ular berbisa.

Baca juga: BPBD siagakan perahu karet di lokasi banjir Kabupaten Bandung
Baca juga: BPBD Jabar: Banjir terjang lima kecamatan di Kabupaten Bandung


Biasanya, pada musim hujan tersebut ular tanah (Ankistrodon rhodostoma) berkeliaran di ruas jalan, kebun, permukiman warga dan di bawah pohon yang suhunya dingin.

Populasi ular berbisa di Kabupaten Lebak tersebar di 28 kecamatan dan sangat mematikan jika mengalami keterlambatan mendapat pertolongan medis.

Selama ini, populasi ular berbisa masih banyak karena habitatnya di hutan-hutan belukar juga di halaman rumah.

"Kami minta warga jika berpergian malam hari terlebih dulu waspada terhadap gigitan ular berbisa itu," katanya.

Ia menyebutkan, saat ini sejumlah daerah langganan banjir tersebar di Kecamatan Wanasalam, Banjarsari, Rangkasbitung, Warunggunung, Cileles, Cibadak, Leuwidamar, Bayah, Gunung Kencana, Cikulur, Cimarga, Kalanganyar, Sobang, Cibeber, Cilograng, dan Sajira. Kebanyakan mereka warga yang terdampak banjir, karena tinggal di sekitar DAS.

"Kami berharap warga dapat meningkatkan kewaspadaan banjir dan ular berbisa untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," katanya.

 Baca juga: Genangan di Jakarta karena "antrean air" tidak seimbang
Baca juga: BNPB mencatat 475 meninggal akibat bencana sepanjang 2019



 

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tersedia parkir khusus disabilitas di Stasiun MRT Lebak Bulus

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar