Anies: Tanggul Latuharhari mulai ada rembesan air

Anies: Tanggul Latuharhari mulai ada rembesan air

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau tanggul di Jalan Latuharhari Jakarta Pusat, Rabu (1/1/2020). ANTARA/Livia Kristianti/aa.

Di tempat itu pada hari Rabu (1/1) kemarin mulai ada rembesan
Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tanggul di Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat mulai terjadi rembesan air yang dikhawatirkannya akan menimbulkan kerusakan seperti tahun 2013 lalu hingga akhirnya banjir besar menjangkau Sudirman-Thamrin kala itu.

"Di tempat itu pada hari Rabu (1/1) kemarin mulai ada rembesan. Kita ingat pernah terjadi kerusakan di tempat itu dan efeknya luar biasa," kata Anies di Jakarta, Sabtu.

Karenanya, kata Anies, Jumat malam pihaknya sudah melakukan penambahan penguatan, sehingga diharapkan semuanya bisa aman tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Dan kami berharap justru dengan adanya langkah-langkah itu, kita terhindar dari bencana lebih besar. Tetapi kita lihat tadi permukaan air sudah jauh lebih rendah sekarang," ucap Anies.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Juaini Yusuf mengatakan tanggul Latuharhari dan sungai yang melintasinya termasuk dari 13 kawasan sungai yang lebih besar jadi tanggung jawab pemerintah pusat.

"13 sungai besar itu tanggung jawab pemerintah pusat. Sementara Pemprov sisanya yang kecil," kata Juaini saat dihubungi.

Baca juga: Politisi Hanura kritik pernyataan Anies Baswedan

Baca juga: Pejabat DKI tonton Anies ceburkan diri di genangan banjir

Baca juga: Saat inspeksi banjir, Anies diteriaki pengungsi


Kendati demikian, diketahui Pemprov DKI Jakarta juga menganggarkan Rp1 miliar untuk perencanaan sarana dan prasarana sistem pengendalian banjir sistem aliran barat dalam APBD DKI tahun 2020.

"Sementara untuk penanggulangan banjir pada 2020 mendatang kita anggarkan Rp700 miliar," katanya.

Diketahui, akibat hujan deras sejak 31 Desember 2019 malam hingga 1 Januari 2020 pagi, menyebabkan banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) serta ribuan orang harus mengungsi.

Pemprov DKI Jakarta menurunkan 120 ribu petugas untuk menanggulangi banjir tersebut.
Baca juga: Banjir surut, pernikahanpun terlaksana di Masjid Rhoma Irama

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Penggabungan normalisasi dan naturalisasi untuk atasi banjir Jakarta

Komentar