Banjir surut, Wali Kota Jaksel pimpin kerja bakti di Tanjung Barat

Banjir surut, Wali Kota Jaksel pimpin kerja bakti di Tanjung Barat

WaliKota Jakarta Selatan Marullah Matali (kiri) mencangkul lumpur di depan pekarangan rumah warga korban banjir di RW 05, Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta, Minggu (5/1/2019). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali memimpin kerja bakti membersihkan lumpur dan sampah bekas banjir di permukiman dekat bantaran Kali Ciliwung, Tanjung Barat, Jagakarsa, Minggu pagi.

Marullah yang mengenakan sepatu boots hitam dan topi hitam, turun langsung menyerok lumpur di pekarangan rumah warga. Ia juga memeriksa sejumlah rumah yang mengalami kerusakan di RW 05 dan RW10, Kelurahan Tanjung Barat.

"Instruksi dari Bapak Gubernur DKI Jakarta (Anies Baswedan), kegiatan kerja bakti ini berlangsung sampai (seluruh sisa lumpur dan sampah) tuntas dibersihkan," kata Marullah saat ditemui di sela kegiatan kerja bakti.

Ia menjelaskan kegiatan itu bertujuan untuk memupuk solidaritas antarwarga agar peduli terhadap korban banjir.

"Saat ini kita lihat, semua unsur masyarakat turun. Mulai dari elemen pemerintah daerah, Babinsa, Kepolisian, Polres Jakarta Selatan, semua turun untuk membantu," kata dia.

Baca juga: Banjir surut, pernikahanpun terlaksana di Masjid Rhoma Irama
Baca juga: Arus pendek diduga sebabkan kebakaran di Permata Hijau Jaksel


Kegiatan kerja bakti di daerah terdampak banjir di Tanjung Barat berlangsung sejak pukul 06.00 WIB. Sejumlah petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) Kelurahan Tanjung Barat bersama warga mengangkut sampah sisa banjir seperti busa kasur, potongan lemari, kaca, kayu-kayu bekas pintu dan jendela roboh.

Di samping Tanjung Barat, Marullah dijadwalkan memimpin kerja bakti di Kelurahan Rawajati dan Kelurahan Pengadegan.
Baca juga: Pascabanjir Jakarta, layanan Samsat Keliling hanya ada di Jakpus
Baca juga: Dua lansia tewas dalam kebakaran di Permata Hijau Jaksel

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar