New York (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) dolar AS menguat pada akhir perdagangan pada hari Rabu (8/1), karena kekhawatiran investor mereda atas meningkatnya ketegangan AS-Iran setelah pernyataan Presiden Donald Trump pada serangan balasan Iran itu.

Iran pada hari Rabu (8/1) waktu setempat meluncurkan rudal balistik di pangkalan-pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS sebagai balasan atas serangan AS Jumat (3/1) pekan lalu yang menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani.

Trump mengatakan pada hari Rabu (8/1) di Gedung Putih bahwa tidak ada korban warga AS yang disebabkan oleh serangan Iran itu dan menyatakan "Iran tampaknya mundur," serta menyebut "hal yang baik" untuk semua pihak yang terkait.

Baca juga: Dolar jatuh ke kisaran 107 yen setelah laporan serangan rudal di Irak

Mata uang safe-haven termasuk yen Jepang dan franc Swiss melemah terhadap dolar.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama naik 0,30 persen menjadi 97,3000 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1113 dolar AS dari 1,1145 dolar pada sesi sebelumnya dan pound Inggris turun menjadi 1,3101 dolar AS dari 1,3120 dolar pada sesi sebelumnya.

Dolar Australia naik menjadi 0,6873 dolar AS dari 0,6869 dolar.

Dolar AS diperdagangkan pada 109,22 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,52 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS juga menguat menjadi 0,9737 franc Swiss dari 0,9708 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3029 dolar Kanada dari 1,3003 dolar Kanada.

Baca juga: Yuan China Rabu menguat 240 basis poin terhadap dolar

 

Penerjemah: Risbiani Fardaniah
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2020