Kapolda Sumut: Rekonstruksi di rumah Jamaluddin, 54 adegan diperagakan

Kapolda Sumut: Rekonstruksi di rumah Jamaluddin, 54 adegan diperagakan

Ketiga tersangka yakni ZH, JP, dan RF saat melakukan rekonstruksi pembunuhan di rumah hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin, di Perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kamis. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Medan (ANTARA) - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin Siregar mengatakan, dalam rekonstruksi pembunuhan hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin, yang dilakukan di rumah almarhum di Perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, memperagakan sebanyak 54 adegan.
 
Sebanyak 54 adegan pembunuhan ini langsung diperagakan oleh para tersangka kasus pembunuhan Jamaluddin. Ketiga tersangka yakni ZH, JP, dan RF.

Baca juga: Polisi lakukan rekonstruksi tahap dua pembunuhan Jamaluddin
 
"Untuk rekonstruksi ini dilakukan sebanyak 54 adegan di rumah almarhum," katanya kepada wartawan di lokasi rekonstruksi, Kamis.
 
Dalam rekonstruksi ini, kata Martuani, para pelaku melakukan adegan mulai dari persiapan eksekusi hingga pembuangan jasad Jamaluddin.

Baca juga: Ratusan warga saksikan rekonstruksi pembunuhan Hakim Jamaluddin
 
"Kemarin sudah dilakukan perencanaan dan hari ini kita laksanakan rekonstruksi untuk persiapan eksekusi dan pembuangan. Ini untuk membantu jaksa penuntut umum dalam menyusun dakwaan atau tuntutan mulai dari perencanaan sampai eksekusi, sehingga unsur yang dituduhkan penyidik 340 yaitu pembunuhan berencana," ujarnya.
 
Dalam rekonstruksi ini turut dihadiri oleh Kejari Medan, Polrestabes Medan, dan pihak penyidik dari Polda Sumatera Utara.

Baca juga: Pembunuhan Hakim Medan, tersangka Zuraida menangis saat reka adegan
 
"Saya didampingi Kajari dan Polrestabes, ini untuk melengkapi seluruh kelengkapan berkas perkara kepada jaksa penuntut umum untuk dilakukan rekonstruksi secara lengkap," ujarnya.
 

Pewarta: Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar