Luncurkan logo, ASEAN namai 2020 tahun identitas perhimpunan

Luncurkan logo, ASEAN namai 2020 tahun identitas perhimpunan

Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN bidang Komunitas Sosial Budaya, Kung Phoak (kiri), bersama pemenang pertama kompetisi desain logo 2020 Year of ASEAN Identity, Joemari Manguiat asal Filipina, di Sekretariat ASEAN Jakarta, Selasa (21/1/2020). ANTARA/Aria Cindyara/pri.

Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menamai tahun 2020 sebagai tahun identitas ASEAN (2020 Year of ASEAN Identity) dan meluncurkan logo yang dibuat oleh pemenang kompetisi desain asal Filipina di Jakarta, Selasa.

“Penunjukan tahun 2020 sebagai tahun identitas ASEAN bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat negara-negara anggota, terutama generasi muda, akan perkembangan dan kesempatan yang ada di komunitas ASEAN,” kata Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN bidang Komunitas Sosial Budaya, Kung Phoak, di gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan ASEAN tengah berupaya menciptakan lebih banyak diskusi di kalangan publik terkait pembangunan identitas dan peningkatan kesadaran sebagai bagian dari komunitas ASEAN.

Pada 2020 sebagai tahun identitas ASEAN, para negara anggota, dengan dukungan dari Sekretariat ASEAN, akan melakukan aktivitas yang tersebar di berbagai area, termasuk budaya, seni, media, kegiatan anak muda, dan pendidikan.

“Salah satu kegiatannya adalah kompetisi desain logo yang diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan ASEAN, dengan mengundang anak-anak muda untuk menggambarkan nilai-nilai ASEAN melalui interpretasi kreatif mereka,” kata Phoak.

Pihaknya menerima 1.300 desain logo dari anak-anak muda asal 10 negara anggota ASEAN. Mayoritas desain yang masuk datang dari Indonesia, Myanmar, dan Filipina.

Desain terbaik, berdasarkan orisinalitas, kesesuaian dengan tema, serta estetika, jatuh pada karya Joemari Manguiat asal Filipina.

 

 

Dalam desain logonya, Manguiat mengangkat elemen-elemen ASEAN seperti masyarakat dan generasi muda serta semangat kebersamaan, 10 negara anggota dalam kelopak-kelopak bunga, serta warna merah dan biru yang melambangkan warna-warna dari bendera negara-negara anggota.

“Warna merah melambangkan negara anggota dengan warna ini di benderanya, yakni Indonesia, Myanmar, Brunei Darussalam, Singapura dan Vietnam. Merah juga melambangkan keberanian dan kedinamisan,” kata desainer grafis asal Lipa City, Batangas, Filipina itu.

Sementara elemen warna biru merepresentasikan negara-negara anggota ASEAN dengan warna biru dalam benderanya, yakni Kamboja, Laos, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Warna tersebut juga melambangkan perdamaian dan stabilitas.   

Baca juga: Bersiap menjadikan ASEAN destinasi wisata tunggal

Baca juga: OJK percepat target perbankan nasional masuk lima besar ASEAN

Baca juga: Indonesia siap jadi tuan rumah ASEAN Tourism Forum 2022



 

Indonesia gencar sosialisasi ASEAN Inklusi Disabilitas 2025

 

Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar