Pengamat sebut faktor percepat pembangunan kilang minyak Pertamina

Pengamat sebut  faktor percepat pembangunan kilang minyak Pertamina

Ilustrasi - Pekerja sedang memeriksa saluran minyak di kilang minyak Pertamina Cilacap, Jawa Tengah. ANTARA/HO-Pertamina.

Pertamina harus independen. Jangan mudah diinterverensi oleh kepentingan politik
Jakarta (ANTARA) - Senior Analyst Bowergroup Asia, praktisi yang membawahi sektor migas, LNG, petrokimia dan tambang, Ahmad Syarif menyebutkan sejumlah faktor untuk dapat mempercepat pembangunan kilang minyak Pertamina.

Faktor pertama, ujarnya di Jakarta, Selasa, Pertamina harus membuat rencana pembangunan kilang yang diintegrasikan dengan pembangunan industri petrokimia.

“Ini yang dilakukan Petronas dan Aramco di proyek kilang Johor,” katanya melalui keterangan tertulis.

Baca juga: Pertamina: Kolaborasi BUMN pada pembangunan kilang bakal dongkrak TKDN

Kedua, Pertamina harus melanjutkan mencari mitra guna membantu menambah kapasitas kilang dengan teknologi terbaru dan memungkinkan terjadinya efisiensi.

“Dan ketiga, Pertamina harus independen. Jangan mudah diinterverensi oleh kepentingan politik. Karena kurangnya independensi itulah yang membuat sejumlah investor khawatir,” ujarnya.

Syarif melanjutkan sejumlah investor sebenarnya tertarik berinvetasi membangun proyek kilang Pertamina, namun sebaiknya pembangunan kilang memang harus diintegrasikan dengan industri petrokimia dan infrastruktur logistik.

“Jika keduanya bisa disatukan, ini akan membawa dampak ekonomi bagi Pertamina,” katanya.

Baca juga: Progres pembangunan kilang minyak Pertamina dinilai cepat

Pertamina saat ini sudah mengintegrasikan beberapa kilangnya dengan petrokimia. Selain itu, BUMN migas itu juga sangat terbuka untuk partnership. Hal ini dibuktikan, dengan ketertarikan investor besar untuk bekerja sama, seperti Saudi Aramco, Adnoc, dan Rosneft.

Terkait transparansi dalam Pertamina, Syarif menilai BUMN tersebut sudah menjalankan proses pengadaan dengan sangat terbuka.

“Pertamina sudah transparan dalam mengelola proyek-proyeknya.," katanya.

Dengan transparansi yang sudah dilakukan, menurut dia, Pertamina juga lebih mungkin diawasi publik. Selain itu, isu-isu di dalam BUMN itu, seperti pengadaan barang dan jasa juga menjadi lebih mudah dimonitor.

Baca juga: Realisasi pembangunan kilang minyak sangat ditunggu Jokowi
Baca juga: Kerja sama Pertamina-Aramco diharapkan wujudkan kemandirian energi

Pewarta: Subagyo
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pembangunan sistem digital 700 SPBU di Sumut ditargetkan selesai April

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar