Dokter: Radioaktif bisa sebabkan kanker

Dokter: Radioaktif bisa sebabkan kanker

Tim Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan Dekontaminasi terhadap temuan paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (17/2/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama.

Jakarta (ANTARA) - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam mengatakan zat radioaktif bisa menyebabkan kanker pada manusia.

"Umumnya zat radioaktif dapat menyebabkan kanker seperti leukimia ataupun limfoma (kanker kelenjar getah bening) ," ujar Ari di Jakarta, Selasa.

Selain itu, juga dapat menyebabkan pembengkakan pada usus serta dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Baca juga: Bapeten data pemilik bahan radioaktif Cesium 137

Baca juga: Bapeten: Cesium 137 tidak diperjualbelikan secara bebas

Baca juga: Polri koordinasi Batan selidiki radioaktif di Perumahan Batan Indah


"Dampaknya cukup berbahaya, tergantung organ mana yang terpapar zat radioaktif," jelas dia.

Sebelumnya, ditemukan zat radioaktif Cs-137 di lapangan yang terdapat di perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan, Banten.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Anhar Riza Antariksawan menegaskan zat radioaktif tersebut tidak berasal dari kecelakaan atau kebocoran reaktor riset GA Siwabessy yang terletak di kawasan Serpong.

Cs-137 adalah produk fisi yang berada di bahan bakar dan hanya akan terlepas jika ada kejadian yang melibatkan kerusakan bahan bakar.

Saat ini, tim BATAN dan BAPETEN terus melakukan upaya pembersihan di lokasi tersebut.

Hingga hari ini,sebanyak 115 drum yang berisi tanah dan vegetasi yang diindikasikan terpapar telah dipindahkan ke tempat penyimpanan sementara limbah radioaktif. Selain itu juga dilakukan pengecekan kondisi kesehatan warga di wilayah itu.*

Baca juga: BATAN tegaskan temuan zat radioaktif bukan dari reaktor nuklir

Baca juga: Anggota DPR: Pemerintah harus cermat kelola limbah radioaktif

Baca juga: Dinas PU Tangsel bantu percepat pembersihan area terpapar radiasi

 

Pewarta: Indriani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar