Wapres hadiri Kongres Umat Islam Indonesia VII di Pangkal Pinang

Wapres hadiri Kongres Umat Islam Indonesia VII di Pangkal Pinang

Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersama Wury Estu Handayani sebelum berangkat ke Pangkal Pinang dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (26/2/2020). (Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma'ruf Amin akan membuka Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII di Novotel Bangka Hotel and Convention Center, Pangkal Pinang, Rabu malam.

Wapres berangkat ke Pangkal Pinang, Rabu siang, dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma pukul 13.00 WIB dan tiba di Bandar Udara Depati Amir, Kabupaten Bangka Tengah pukul 14.00 WIB.

Sebelum menghadiri pembukaan KUII VII, Wapres Ma'ruf Amin menghadiri Dialog Program Pencegahan Stunting atau kekerdilan bersama dengan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan, jajaran Pemda dan masyarakat setempat di Balitong Resort, Pantai Pasir Padi.

Selain berdialog mengenai pencegahan kekerdilan, Wapres Ma'ruf juga meninjau pengembangan usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) dan badan usaha milik desa (BUMDes) di Balitong.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin ke Babel, 1.149 personel TNI-Polri disiagakan

Rabu malam, Wapres membuka KUII VII yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai agenda resmi setiap lima tahun sekali, untuk merumuskan arah baru perjuangan umat Islam di Indonesia dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, hukum dan filantropi.

KUII VII yang mengusung tema "Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia dalam Mewujudkan NKRI yang Maju, Adil, dan Beradab" itu rencananya dihadiri oleh 800 orang dari kalangan ulama, organisasi kemasyarakat (ormas) Islam, perguruan tinggi Islam dan pondok pesantren.

Ketua Panitia Pengarah KUII VII, Anwar Abbas, dalam keterangan tertulisnya mengatakan Kongres tersebut diharapkan menghasilkan beberapa rekomendasi dalam menjalankan kepemimpinan politik yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip dalam ajaran Islam.

"Pertama, supaya ormas-ormas islam dan elemen-elemen umat bisa dan dapat memberikan pemahaman yang baik kepada umat Islam dan pihak-pihak lain, bahwa menjalankan Islam secara kaffah itu bukanlah merupakan suatu hal yang perlu dikhawatirkan," kata Anwar Abbas.

Baca juga: Wapres dorong kemunculan inovasi untuk nilai tambah ekonomi

Kedua, KUII diharapkan dapat mendorong ormas-ormas Islam untuk menyelenggarakan program pendidikan politik yang mencerahkan, yang mengacu pada ajaran agama Islam, Pancasila dan UUD 1945.

"Agar kita dapat dan mampu menyiapkan kader-kader bangsa yang berkualitas serta ber-akhlakul karimah, yang diharapkan akan mengisi berbagai jabatan politik yang ada di negeri ini melalui cara yang baik, etis, berakhlak, elegan dan konstitusional," ujarnya.

Usai membuka KUII VII, Wapres Ma'ruf beserta istri, Wury Estu Handayani, akan menginap di Pangkal Pinang, Rabu malam, untuk melanjutkan kegiatan kunjungan kerja pada Kamis (27/2).

Agenda Wapres di Pangkal Pinang, Kamis, yakni melakukan peletakan batu pertama Pembangunan Gedung Kantor MUI di Kelurahan Kampak Tuatunu Indah, Kota Pangkal Pinang.

Setelah itu, Wapres Ma'ruf mengikuti acara Nganggung Kubro Bersama Umat di Pondok Pesantren Hidayatussalikin Pasir Padi, Air Itam, Bukit Intan, Kota Pangkal Pinang. Sementara Wury Estu diagendakan membuka Workshop E-Smart Industri Kecil dan Menengah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Turut mendampingi Wapres Ma'ruf dalam kunjungan kerja ke Pangkal Pinang antara lain Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Kepala Sekretariat Wakil Presiden (Kasetwapres) Mohamad Oemar, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Wapres Bidang Umum Masykuri Abdillah, Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim, serta Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Widianto.

Baca juga: Wapres: Pilkada jangan jadi sumber perpecahan

Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar